RSS

Kehidupan manusia

Manusia diawali dari kelahiran dan diakhiri dengan kematian. Mulai dari hidup bersama kedua orang tua kemudia menjadi mandiri, berumah tangga, kemudian menjadi lajut usia dan akhirnya meninggal. Kejadian itu berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ungkapan kehidupan

Ungkapan Dalai Lama ini banyak mengagetkan sekaligus menyadarkan kita. Tanpa terasa itulah yang kita lakukan selama ini. DI masyarakat kita sering menyadari bahwa banyak orang yang bekerja mati-matian di waktu muda tetapi tidak dapat menikmati hasilnya di hari tua misalnya akibat sakit. Lalu kita harus bagaimana.

Intinya saya menyarankan untuk terus menikmati saat saat kehidupan kita karna setiap saat yang kita jalani baru akan terasa maknanya setelah itu semua menjadi kenangan. Andaikata setelah tua akhirnya kita menjadi sakit maka itu bukanlah hal yang sia sia yang penting kita sudah menyiapkan para penerus kita, anak anak kita, menjadi orang yang istilahnya lebih kaya daripada kita. Ini bertujuan agar semakin generasi yang baru menjadi lebih mapan, dan tentunya kesejahteraan akan meningkat.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Desember 2014 in Kajian

 

Tag: ,

Vaksin Pentavalen DPT-HB-Hib Pentabio

Vaksin pentavalen merupakan gabungan dari 5 jenis vaksin dalam satu sediaan. Kelima vaksin tersebut meliputi :

  1. Difteri –> Kuman yang menyebabkan penyakit difteri, menyerang salura pernapasan, menimbulkan lapisan putih di tenggorokan dengan efek dapat menyumbat saluran nafas, dan toksinnya dapat mengganggu kerja jantung.
  2. Pertusis –> kuman penyebab penyakit batuk rejan atau batuk 100 hari dengan ciri khas batuk beruntun
  3. Tetanus –> kuman penyebab penyakit tetanus, yaitu kekakuan seluruh tubuh termasuk otot pernapasan sehingga menyebabka kematian akibat gagal nafas
  4. Hepatitis B –> virus penyabab peradangan pada hati dimana keadaan kronis dapat menyebabkan kerusakan hati (sirosis hepatis) dan kanker hati (hepatoma)
  5. Haemophilus influenza tipe B –> kuman penyebab radang paru-paru (pneumonia) dan radang otak (meningitis) terbanyak pada anak-anak

vaksin pentavalen biofarma

Vaksin pentavalen tergolong program imunisasi dasar pemerintah dimana wajib diberikan kepada semua bayi di Indonesia sesuai usia. Vaksin disediakan oleh pemerintah dan diberikan melalui puskesmas, posyandu, dokter praktek, bidan, dan sarana kesehatan lainnya. Sealin pentavalen, imunisasi dasar yang lain meliputi BCG, polio, dan campak.

Sejarah imunisasi di Indonesia diawali pada tahun 1956 dengan dimulainya imunisasi cacar (beda dengan cacar air red) dimana berhasil mengeradikasi penyakit tersebut. DIlanjutkan dengan imunisasi BCG mulai tahun 1973 dan DPT mulai tahun 1976. Imunisasi Polio mulai tahun 1981 dan campak 1982. Vaksin kombo (DPT-HB) mulai digunakan tahun 2006 dan dilanjutkan dengan pentavalen tahun 2014. Jadi vaksin pentavalen kedudukannya menggantikan vaksin kombo yang sekarang tidak ada lagi.

Pemberian vaksin pentavalen sama dengan vaksin kombo yaitu pada umur bayi 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan untuk imunisasi dasar. Untuk imunisasi lanjutan vaksin pentavalen diberikan pada umur anak paling cepat 18 bulan sampai 3 tahun. Jadi total vaksin pentavalen diberikan sebanyak 4 kali dimana pemberian 1-3 di vastus lateralis (sisi luar paha) kiri-kanan-kiri secara IM. Pemberian ke-4 diberikan di deltoid (lengan kanan atas) secara IM.

Vaksin pentavalen disimpan di lemari es bersuhu 2-8 derajat C da proses transportasi menggunakan cooling pack (ingat cooling pack berisi air dingin, bukan berisi es). Vaksin tahan disimpan sampai tanggal kadaluarsanya atau sepanjang indikator suhu pada vial (tanda kotak dikelilingi bulatan) warnanya masih aman (warna kotak tidak sama atau lebih tua dari warna bulatan). Jika sudah dibuka sebaiknya digunakan dalam waktu 2 minggu.

Vaksin pentavalen hanya diberikan pada bayi yang belum pernah mendapat vaksin kombo. Apabila sudah mendapatkan imunisasi kombo dosis pertama atau kedua, tetap dilanjutkan dengan pemberian vaksin kombo sampai dosis ketiga. Bagi bayi dibawah 3 tahun yang belum mendapat vaksin kombo 3 dosis, dapat diberikan vaksin pentavalen pada usia 18 bulan dan imunisasi lanjutan diberikan minimal 12 bulan dari vaksin pentavalen dosis ketiga.

Kontraindikasi pemberian vaksin pentavalen meliputi adanya alergi atau hipersensitifitas terhadap komponen vaksin (termasuk pengawetnya thimerosal), dan kejang atau kelainan saraf serius lainnya (kontraindikasi terhadap komponen pertusis).

Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dapat terjadi meliputi reaksi lokal seperti bengkak, nyeri, kemerahan, dan demam.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Oktober 2014 in kedokteran, Pengetahuan

 

Tag: , , , ,

Puskesmas Bukuan

Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas Bukuan) merupakan salah satu puskesmas di kota Samarinda. Puskesmas ini beralamat di jl. Manggis Rt 9 kelurahan Bukuan atau lebih tepatnya di sebelah kantor kelurahan bukuan.

image

Puskesmas bukuan merupakan puskesmas rawat jalan tanpa dilengkapi rawat inap. Fasilitas yang tersedia mulai dari pelayanan pengobatan, pemeriksaan ibu hamil, imunisasi, klinik gigi, gizi. Sedangkan untuk kegiatan di luar ruangan meliputi penyuluhan, penjaringan anak sekolah, posyandu balita, dan posyandu lansia. Terdapat juga kegiatan fogging, dan pembagian abate pad kondisi tertentu.

image

Jam pelayanan puskesmas bukuan.
Puskesmas bukuan melayani pasien umum, bpjs, dan jamkesda. Khusus pengguna jamkesda baik yang memiliki kartu jamkesda maupun yang memiliki ktp samarinda.

image

Puskesmas bukuan mulai beroperasi pada tahun 2013 dan merupakan pecahan dari puskesmas palaran. Karena wilayah kerja puskesmas palaran yang terlalu luas dan tidak efektif menaungi wilayah tersebut maka dibangun 2 puskesmas bukuan dan puskesmas bantuas.

image

Wilayah kerja puskesmas bukuan meliputi seluruh kelurahan bukuan.
Untuk rencana ke depan, mulai penambahan fasilitas dan pelayanan agar lebih prima, yaitu fasilitas laboratorium, ruang igd yang lebih lengkap, dan fasilitas ambulan beserta alat daruratnya.
Akhir kata, kepada masyarakat bukuan agar dapat memanfaatkan fasikitas kesehatan di puskesmas bukuan, baik dalam hal pengobatan penyakit, atau konsultasi dan prevensi masalah kesehatan masyarakat.

image

Suasana ruangan puskesmas bukuan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Oktober 2014 in Uncategorized

 

Berita Duka : Pilkada Dipilih DPRD

Berita duka kita dengar beberapa hari yang lalu. Akhirnya, zaman pemilihan pemimpin langsung oleh rakyat telah berakhir. Tentunya ini menjadi kekecewaan sebagian besar rakyat Indonesia karena tidak dapat dipungkiri bahwa pilkada langsung telah mengajarkan banyak hal baik untuk rakyat maupun untuk elit politik.

image3s

Dari sisi rakyat, pilkada langsung membuat rakyat menjadi aktor utama dalam memilih pemimpin mereka, sebelumnya mereka hanya menjadi penonton dimana pemimpin dipilih oleh elit politik. Rakyat yang menilai, apakah calon pemimpin betul betul memimpin untuk kepentingan rakyat, untuk kesejahteraan rakyat, atau hanya sekedar memperkaya diri sendiri atao kroninya.

Dari sisi pemimpin, pilakda langsung membuat mereka harus selalu mendengar aspirasi rakyat, mengerti kebutuhan rakyat. Mereka aknan mempertanggungjawabka kepemimpinan mereka langsung ke rakyat. Jadi rakyat yang akan menilai, apabila kepemimpinannya kurang baik maka di pilkada selanjutnya tentu rakyat tidak akan memilih mereka lagi.

Tercabutnya hak politik rakyat ini banyak didengungkan dimana pihak pelaku pencabutan tersebut berdalih bahwa pilkada langsung boros anggaran. Ini tentu kita sadari, pilkada langsung butuh biaya besar dalam prosesnya, dari pencetakan kertas suara, maupun biaya penyelenggara pemilu. Tapi apalah artinya semua biaya itu jika dibandingkan akan lahirnya pemimpin yang betul betul dekat dengan rakyat. Alasan bayaknya pemimpin yang terjerat kasus korupsi jangan dijadikan alasan, karena pilkada tidak langsung justru rawan timbul korupsi, dimana bisa timbul politik dagang sapi, dimana anggota dewan dan pemimpin saling bagi bagi anggaran.

Kita lihat banyak pemimpin berintegritas yang muncul dari pilkada langsung, seperti Joko Widodo, Risma, dll, yang betul betul memimpin untuk mensejahterakan rakyat. Justru kita lihat pendukung pilkada tak langsung yang selama ini didengungkan oleh partai Koalisi Merah Putih ternyata memiliki niat terselubung, yaitu membentuk koalisi di sleuruh wilayah Indonesia agar semua pilkada dimenangkan kelompok mereka. Benar apa yang dikatakan oleh pengamat politik, bahwa arah demokrasi Indonesia menuju Pilkada tidak langsung menimbulkan oligarki politik, dimana dikuasai oleh Koalisi Merah Putih.

Saya jadi ngeri, jikalau KMP ini selanjutnya akan membuat pemilihan Presiden menjadi tidak langsung, wah, bahaya sekali, akan kembali ke jaman orde baru.

Mari kita semua mendukung pilkada langsung oleh rakyat, jangan biarkan kita dikibulin oleh para elit politik. Rakyat sekarang sudah cerdas memilih, mana pemimpin yang baik dan mana yang tidak. Trims………

download

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Oktober 2014 in Kata Redaksi

 

Tag: , ,

Renungan Pelayanan Kesehatan

Saya copy dari Berita di Linkedin

download (1)

Dua orang sahabat lulusan sebuah fakultas kedokteran yang cukup terkemuka di Indonesia bertemu disebuah acara temu alumni beberapa tahun setelah kelulusannya. Dokter yang pertama adalah putra daerah yang sekarang bekerja di puskesmas. Dokter yang kedua berasal dari Malaysia dan sekarang sedang memperdalam spesialisasi di negaranya. Setelah acaranya usai, ada adik kelas yang tertarik mewawancarai mereka berdua.

Dok terimakasih sudah mau meluangkan waktu, saya tertarik mengangkat masalah Pelayanan Kesehatan Indonesia vs Malaysia. Menurut Departemen Kesehatan dalam setahun orang Indonesia setidaknya menghabiskan sekitar Rp 100 Triliun untuk berobat di Malaysia atau Singapura. Salah satu hal yang mendorong terjadinya hal tersebut adalah adanya anggapan kalau kualitas dokter Indonesia lebih buruk dibandingkan dokter Malaysia / Singapura, apa betul pandangan seperti itu?

Dokter Malaysia: Saya rasa tidak demikian ya. Saya adalah lulusan Fakultas Kedokteran di Indonesia, ketika saya kembali ke Malaysia saya dapat menyesuaikan diri dengan mudah. Saya rasa dari segi ilmu lulusan dokter di Malaysia tidak jauh berbeda dengan lulusan Indonesia karena banyak tenaga pengajar di Malaysia adalah dokter-dokter Indonesia yang dulu direkrut untuk mengajar di Malaysia.

Alasan lainnya adalah pelayanan kesehatan yang diberikan dirasakan jauh lebih memuaskan di sana, kira-kira apa rahasia-nya sampai orang Indonesia mau datang berobat berulang kali ke sana?

Dokter Malaysia: Menyangkut kepuasan pasien kita harus bicara 3 hal penting. Pertama adalah pelayanan / service yang diberikan, Kedua: Fasilitas, Ketiga: Harga. Maaf bila saya katakan dalam ketiga aspek tersebut Pelayanan Kesehatan di Malaysia lebih unggul dibandingkan Indonesia.

Bisa tolong dijelaskan lagi dok bagaimana bisa lebih unggul di Malaysia?

Dokter Malaysia: Mengenai pelayanan contohnya, saya selalu diingatkan untuk meluangkan waktu berkomunikasi baik-baik dengan setiap pasien. Untuk memungkinkan hal tersebut jumlah pasien yang bisa saya tangani dalam seharinya dibatasi. Hal ini sangat mungkin dilakukan di Malaysia karena jumlah dokter dibandingkan jumlah penduduk jauh lebih banyak dibandingkan Indonesia. Pasien Indonesia yang datang berobat ke Malaysia umumnya datang ke RS Swasta dan mereka sangat mengutamakan kualitas pelayanan yang diberikan. Keadaannya sangat berbeda jauh dengan apa yang terjadi di banyak Rumah Sakit di Indonesia yang pasiennya selalu membludak dan tidak boleh ditolak. Coba tanya seniormu yang kerja di puskesmas berapa pasien yang dia tangani dalam seharinya.

Dokter Indonesia: Hehe, kalo beruntung sekitar 50 pasien sehari… Seringkali diatas 100 pasien sehari dek. Bayangkan kalo saya harus meluangkan waktu 15 menit untuk masing-masing pasien… Bisa-bisa saya ngga pulang-pulang ke rumah saya. Kadang kalo saya terlalu lama menangani satu pasien, pasien lainnya yang menunggu giliran malah marah-marah.

Mengenai Fasilitas-nya dok, mengapa di sana bisa lebih baik?

Dokter Malaysia: Salah satu kompenen biaya terbesar penyelenggaraan pelayanan kesehatan adalah obat dan alat kesehatan yang banyak diantaranya masih kami Impor. Untuk menekan pembiayaan kesehatan di Malaysia obat dan alat kesehatan tidak dikenakan pajak. Karenanya Rumah Sakit (RS) dapat menyediakan beragam alat kesehatan untuk keperluan diagnostik / terapi dengan biaya yang relatif jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia. Sehingga wajar bila RS kami pada umumnya memiliki fasilitas yang lebih baik. Biaya pengobatan pada akhirnya juga akan lebih murah dibandingkan di Indonesia. Harga stent jantung atau pen untuk operasi orthopedi (tulang) misalnya jauh lebih murah di Malaysia. Selain itu karena fasilitas diagnostik / terapi yang juga lengkap pasien-pasien itu tidak perlu dirujuk kesana kemari untuk pemeriksaan / terapi.. pelayanan one stop service yang relatif lebih murah ini turut menunjang kepuasan pasien yang berobat kemalaysia. Sehingga akhirnya banyak orang Indonesia yang memilih berobat ke Malaysia, kamu tahu mayoritas pasien-pasien yang berobat ke RS Swasta di Penang adalah pasien-pasien dari Indonesia.

Dokter Indonesia: Menyela sebentar, di Indonesia lebih dari 90% alat kesehatan masih di impor dari luar negeri. Saat masuk Indonesia kebanyakan alat kesehatan tersebut kena bea masuk sebesar 30%, saat alat itu dijual ke RS kena lagi pajak penjualan 10%. Kita bicara mengenai banyak hal loh, mesin X-Ray / Roetgen, CT-Scan, MRI, Cathlab, USG, Mesin pemeriksaan Laboratorium, reagen yang digunakan untuk pemeriksaan lab, dan beragam alat medis lainnya yang semuanya masih di impor kena bea masuk dan pajak penjualan. Tanpa pajak, harganya bisa 30% lebih murah. Kira-kira pada akhirnya siapa yang harus membayar semuanya itu?

Pasien

Dokter Indonesia: Iya… sangat tragis dek. Bayangkan keluarga keluarga kamu ada yang kena serangan jantung dan harus pasang stent / ring jantung yang menelan biaya 100 juta. Biayanya bisa lebih murah 30% kalo saja pemerintahmu tidak menerapkan pajak untuk alat kesehatan. Yang ironis dek, di banyak RS pemerintah pengadaan alat yang semakin mahal cenderung lebih mudah disetujui, gosipnya karena ingin kebagian komisi yang besar. Setelah alatnya ada, alat yang sudah dibeli mahal itu justru dihargai sangat kecil oleh pemerintah. Coba kamu lihat mesin CT yang ada di RS tempat kamu belajar, pasien umum harus bayar sangat mahal sementara yang ditanggung pemerintah melalui BPJS hanya 600 ribu sekali periksa. Sekarang saya dengar alatnya rusak dan RS tidak sanggup memperbaikinya.

Bicara sistem Jaminan Kesehatan, Malaysia dipuji WHO memiliki salah satu sistem kesehatan terbaik di Dunia. Kira-kira apa yang memungkinkan terwujudnya hal tersebut?

Dokter Malaysia: Kalo boleh berpendapat menurut saya salah satu alasan mengapa kesehatan begitu diperhatikan di Malaysia adalah kerena jasa Perdana Menteri kami Mahathir Muhamad yang juga seorang dokter. Terlepas dari segala kontroversi yang menyertainya beliau berhasil memajukan Malaysia, terutama di bidang kesehatan. Di Malaysia sejak lama Kesehatan setiap warga negara dijamin oleh negara. Penduduk yang sakit hanya harus membayar 1 RM atau sekitar Rp 3600,- biaya rawat jalan dan 10 RM atau Rp. 36.000,- untuk tiap hari perawatan, biaya sisanya ditanggung pemerintah. Hampir seluruh tindakan medis dapat dikerjakan di Malaysia. Program transplantasi di Malaysia juga ditanggung pemerintah dan sudah berjalan rutin. Kamu tahu alat Left Ventricular Assist Device yang dipasang mantan Wapres Amerika Dick Chaney? Di Amerika sendiri saking mahalnya alat itu tidak semua orang bisa mendapatkan-nya. Di Malaysia kalau memang ada warga yang memerlukan alat tersebut ya kami pasang. Salah satu alasan yang memungkinkan terwujudnya hal tersebut adalah biaya penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bisa ditekan lebih murah tadi. Bayangkan, pengeluaran Malaysia di bidang Kesehatan saat ini diperkirakan sebesar 5% Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dalam setahun, padahal pengeluaran kesehatan negara lain dengan standar pelayanan serupa umumnya sudah diatas 10% PDB.

Dokter Indonesia: Kalau di Indonesia aneh dek, walau masalah kesehatannya ada banyak pengeluaran kita dibidang kesehatan selalu konsisten rendah dibawah 2% PDB. Menurut saya jadinya hanya ada bisa 2 kemungkinan, pertama memang orang Indonesia lebih sehat dari penduduk kebanyakan negara lain di dunia atau… banyak tindakan yang tidak bisa dikerjakan / diberikan disini. Bisa jadi pasien di Indonesia tidak mendapatkan terapi yang seharusnya diberikan karena obat / terapinya mahal dan tidak ditanggung atau memilih berobat alternatif dan ke berobat ke luar negeri seperti Malaysia. 100 Trilyun setahun itu tidak kecil loh dek, hampir 3 kali anggaran kesehatan negara ini. Jadi bisa dikatakan terabaikannya kesehatan bangsa selama ini = “bocor, bocor, bocor

Mengenai anggaran kesehatan negara dok, bagaimana anggaran kesehatan di Malaysia jika dibandingkan Indonesia?

Dokter Malaysia: Di tahun 2014 anggaran kesehatan Malaysia sekitar 22 Milyar Ringgit… atau sekitar 81 Trilyun. Penduduk Malaysia sekitar 30 juta orang. Artinya pemerintah Malaysia mengalokasikan anggaran sekitar 2.7 juta/orang. Kalau Indonesia?

Dokter Indonesia: Tahun 2014 karena ada JKN anggaran kesehatan Indonesia naik sedikit dibandingkan tahun 2013 menjadi 46,5 Trilyun. Jika penduduk Indonesia saat ini 253 juta orang, maka dapat dikatakan pemerintah menganggarkan Rp. 184.000/orang. Kalau dihitung-hitung bisa dikatakan anggaran kesehatan Malaysia saat ini 15x lebih besar dibandingkan Indonesia.

Waduh, timpang sekali anggarannya, apa datanya valid dok? Bagaimana jika dibandingkan dengan negara lain di dunia?

Dokter Indonesia: Saya ambil datanya dari website Kemenkeu dek. Soal anggaran kesehatan negara kita yang sangat rendah itu sudah bukan rahasia lagi, sudah dipermasalahkan sejak lama. Tapi pemerintah kita dari jaman Orde Baru sampai sekarang tidak ada yang menggubris. Hingga kini tidak ada yang perduli kesehatan. Coba kamu cari tahu anggaran kesehatan Indonesia dari tahun ke tahun, tidak berubah dari kisaran 2-3% APBN. Padahal anggaran kesehatan rata-rata negara lain sudah diatas 10% APBN. Jadi wajar kalo kesehatan bangsa ini dari dulu tidak berubah banyak. Angka kematian Ibu tetap tinggi. Penyebaran penyakit menular seperti TBC bahkan HIV/AIDS termasuk yang tertinggi di asia. Sementara itu penyakit metabolik seperti Diabetes, Hipertensi, Penyakit Jantung terus meningkat. Fasilitas pelayanan kesehatannya? Masih serba kekurangan seperti dulu. Alat kesehatannya kurang, obatnya kurang, dokternya juga kurang… masih serba terbelakang deh. Bahkan pak Direktur BPJS nyuruh kita jangan gunakan CT-scan, cukup pake senter saja kalo ada pasien stroke, biar ngirit. Nanti kamu akan alami sendiri kalo sudah bekerja, yang sabar dan iklas ya. Iklas karena akan banyak sekali pasien yang tidak bisa kita tolong karena sistemnya yang bobrok.

Dokter selalu bilang penyelenggaraan kesehatan di Malaysia bisa ditekan semurah mungkin, apakah artinya dokternya juga dihargai murah oleh Pemerintah?

Dokter Malaysia: Jika dibandingkan mereka yang bekerja di sektor swasta tentunya berbeda jauh, tapi Dokter Malaysia yang bekerja untuk pemerintah juga dihargai cukup, tidak cukup untuk hidup kaya raya tapi cukup untuk bisa mulai nyicil rumah, mobil atau liburan tiap tahun. Gaji beserta eloun (allowances / tunjangan) saya saat pertama bekerja sebagai dokter magang sekitar 4100 RM atau sekitar 15 juta/bulan, nilanya ini bertahap akan naik, kalo proses magang sudah selesai akan tambah besar lagi.

Dokter Indonesia: Nah ini juga menarik untuk disoroti dek, di Indonesia kita mengenal sistemfee for service, artinya dokter dibayar untuk konsultasi medis yang diberikan. Di Malaysia dokter dibayar dengan gaji tetap. Gajinya seperti yang diutarakan teman tadi saya cukup besar, baru lulus sudah digaji 15 juta. Karenanya dokter disana tidak ada yang buka praktek lagi diluar RS. Gaji yang didapatnya sudah cukup untuk bisa hidup nyaman. Di Indonesia keadaannya sangat berbeda. Gaji dokter umum yang baru lulus hanya dihargai 2,5 juta. Spesialis yang bekerja di RS pemerintah hanya dapat gaji sekitar 5 juta-an. Akibatnya dokter dituntut untuk buka praktek diluar RS untuk bisa hidup sejahtera. Semakin banyak pasien semakin sejahtera sang dokter, hal tersebut tentunya dibayar dengan menurunnya kualitas pelayanan.

Besar sekali gajinya dok, jauh lebih besar dari gaji rata-rata dokter Indonesia, apa memang biaya hidup di Malaysia sangat besar dok?

Dokter Malaysia: Ngga juga, coba deh mampir ke Kuala Lumpur, harga barang-barang di sana saya rasa lebih murah dari di Jakarta. Kecuali Rokok ya, harga rokok di Malaysia sangat mahal.

Berapa harganya dok?

Dokter Malaysia: Mungkin sekarang sekitar 13RM sebungkus, sekitar 47 ribu dalam rupiah. Rokok di Malaysia sengaja dibuat mahal agar penduduk kami enggan membelinya dan terlindung dari beragam penyakit yang timbul akibat rokok.

Bagaimana dengan sistem pendidikan spesialis di Malaysia dok? Apa berbeda dengan di Indonesia?

Dokter Malaysia: Setiap dokter yang baru saja menyelesaikan studi, baik yang dididik di Malaysia atau di luar negeri harus bekerja untuk pemerintah Malaysia selama 4-5 tahun. Ini namanya Compulsary Service, 2 tahun pertama dokter bekerja magang sebagai Houseman Officer (HO) dibawah supervisi dokter senior. Setelah itu bekerja sebagai dokter umum /Medical Officer (MO). Kalo mau mengikuti program Residensi kamu harus sudah menempuh setidaknya 2 tahun HO dan 1 tahun MO. Karena peminatnya cukup banyak bisa jadi dokternya harus melamar 2-3x baru diterima. Dokter yang menempuh program residensi di Malaysia tidak harus mengeluarkan uang sepeserpun, kami bahkan dibayar, tapi sesudahnya kami harus mengabdi di RS pemerintah selama setidaknya 7 tahun.

Jadi residen di Malaysia dibayar? Apa betul seperti itu dok??

Dokter Malaysia: Oya, kami dibayar. Ini bukan sesuatu yang aneh kok, dibanyak negara lain memperdalam spesialisasi kedokteran itu dibayar. Prosesnya kan bekerja memperdalam pengalaman dibawah bimbingan konsulen yang lebih berpengalaman, bukan belajar baca buku di perpustakaan atau belajar mengajar di kampus-kampus, jadi wajar lah kalo memang dibayar. Saya justru heran kenapa di Indonesia jadi residen itu harus bayar.

Dokter Indonesia: Dek, sistem pendidikan profesi dokter spesialis di Indonesia itu agak berbeda dengan yang menjadi kewajaran di negara lain. Sistemnya university based, jadi yang menyelenggarakan hanya boleh universitas, peserta didik diharuskan membayar ke Universitas. Kalau di luar negeri yang menyelenggarakan itu rumah sakit atau hospital based. Di negara asalnya program residensi pertama lahir, pemerintah membayarkan gaji para residen, rumah Sakit kemudian berkewajiban melatih mereka. Win-win solution, RS dapat dokter gratis yang dibiayai pemerintah, dokternya dapat pengalaman, negara dapat dokter spesialis sesuai kebutuhan sekaligus menekan biaya kesehatan sehingga rakyatnya bisa berobat dengan biaya relatif lebih murah. Karena yang menyelenggarakan rumah sakit, senter pendidikan spesialisasi juga jumlahnya banyak, berbeda terbalik dengan di Indonesia. Jumlah universitas yang mengadakan program spesialis hanya ada sekitar 14, setahunnya kursi yang tersedia hanya 300-400 orang. Kasian dokter Indonesia mau memperdalam ilmu susahnya minta ampun biayanya juga minta ampun.

Dokter ada rencana mau ambil spesialisasi?

Dokter Indonesia: Siapa yang ngga mau sih dek, tapi darimana uangnya? Disparitas pendapatan antara dokter umum dan spesialis di Indonesia sangat lebar. Saya bekerja sebagai dokter umum di puskesmas hanya dapat sekitar 3 juta/bulan. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga sebelum kerja saya praktek, pulang kerja malamnya saya praktek lagi. Biaya untuk spesialisasi sekarang ini sangat besar, biaya masuk saja bervariasi dari 50 sampai 200 juta, tergantung minatnya di bagian apa. Belum lagi kalo sudah keterima, dari mana penghasilannya? Kan tidak digaji dan tidak boleh praktek, jadi harus punya banyak tabungan di bank. Sudah 5 tahun bekerja modal saya belum cukup. Koneksi juga tidak ada, jadi saya tunggu giliran saja mudah-mudahan kesempatan untuk disekolahkan datang nanti.

Dokter Malaysia: Kamu ambil residensi di Malaysia saja, tidak usah keluarkan biaya sepeserpun, bahkan nanti kamu dibayar. Sudah nanti kita ngobrol-ngobrol lagi, saya bantu-bantu deh. Kakak kelasmu ini dek sangat pintar, dulu sangat rajin belajar. Beliau inilah yang banyak bantu saya yang dulu kesulitan belajar kedokteran. Sayang kalo tidak dilanjutkan ambil spesialisasi.

Dokter Indonesia: (smiling)

Balik lagi ke sistem pelayanan kesehatan dok, saya simpulkan orang Indonesia banyak yang memilih berobat ke Malaysia karena pelayanan kesehatan di sana lebih murah dan lebih memuaskan dibandingkan Indonesia, sekarang Indonesia memasuki era Universal Health Care dengan JKN, apa mungkin Indonesia menyusul ketertinggalan dari Malaysia di bidang kesehatan?

Dokter Indonesia: Tentu saja mungkin dek… Seperti apa yang dikatakan teman saya dari Malaysia Kualitas Dokter Indonesia tidak berbeda dengan dokter Malaysia. Ilmu yang kami pelajari sama, pelayanan yang kami berikan juga sama, masalahnya sistem yang ada saat ini tidak memungkinkan dokter untuk bekerja dengan baik. Soal dokter Indonesia yang dibilang acuh, kurang komunikasi misalnya, apa boleh kami membatasi jumlah pasien yang kami layani? Misalnya saya kerja di Puskesmas, saya batasi pasien yang bisa saya tangani seharinya hanya 40, sisanya besok lagi. Waduh pasti banyak yang ngamuk-ngamuk dan besoknya saya dimarahi pak bupati. Soal tarif pemeriksaan atau operasi yang mahal bisa ditekan kalo saja pemerintah mau meniadakan pajak alat-alat kesehatan. Soal anggaran kesehatan yang rendah pemerintah tinggal meningkatkan pajak rokok dan mengalokasikannya untuk kesehatan sama dengan apa yang dilakukan di negara-negara lain. Masalahnya pemerintah mau atau tidak? Siapa yang mau dibela disini? Pemilik perusahaan rokok atau jutaan rakyat Indonesia? Seperti apa yang dikatakan calon presiden kita nanti: Masalahnya hanya satu, MAU atau TIDAK MAU. Dokter Indonesia siap bekerja menyehatkan Indonesia, masalahnya pemerintah mau tidak mendukung Dokter Indonesia?

Penulis adalah seorang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Bandung yang prihatin terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia. Tulisan ini dibuat setelah mewawancarai sejawat Dokter Indonesia yang menempuh pendidikan spesialisasi di Institut Jantung Negara Malaysia dan sejawat Dokter Malaysia lulusan Indonesia yang kini telah kembali ke negaranya. Profil FB penulis dapat ditemukan disini. Mohon maaf bila terdapat kekurangan. Semoga bisa membuka mata dan bermanfaat.

Jika anda merasa orang sakit di Indonesia tidak sepatutnya membayar pajak yang sangat besar untuk bisa hidup silahkan tanda-tangani petisi untuk menghapuskan pajak obat dan alat kesehatan pada tautan berikut: www.change.org

Wassalamualaikum Wr. Wb

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Agustus 2014 in Kajian

 

Tag: , , , ,

17 Agustusan

Ketika kita mendengar istilah 17 agustusan maka yang terngiang di kepala kita adalah upacara dan perlombaan seru. Memang ketika kita hidup di jaman ini, ketika masih kecil, kita sudah berada pada zaman kemerdekaan, buah dari perjuangan para pahlawan pada zaman penjajahan.

images

Perjalanan panjang hingga usia 69 tehun tentunya bukan banyak rintangan. Mulai dari upaya penjajahan kembali Belanda pada awal kemerdekaan, pemberontakan pemberontakan dalam rangka memecah NKRI, hingga kini yang terbaru adalah masalah pemilihan umum presiden.

Pemilu sejatinya merupakan pesta demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Capres yang dipilih merupakan para putra terbaik bangsa. Semuanya memiliki kemampuan yang baik dalam memimpin, tetapi sekali lagi kita memilih yang “terbaik”. Bukan berarti zapres satunya jika terpilih, maka negara Indonesia akan hancur, atau jika capres yang lain yang terpilih maka akan timbul perpecahan di masyarakat.

Masyarakat Indonesia sekarang sudah cerdas, mampu membuat pilihan dengan realistis, sudah mampu menentukan kriteria calon presidennya. Apalagi pada tahun 2O14 ini capresnya cuma ada 2 jadi lebih mudah mengorek kelebihan dan kekurangan masih-masing. Ini yang menjadi penting dalam konteks fungsi media, karena tentunya informasi mengenai capres didapatka melalui media, dari media cetak, televisi, internet, hingga jejaring sosial.

Ke “independensian” media penting di sini agar informasi yang disajikan berimbang dan tidak memihak salah satu calon. Menarik disini kita melihat terutama di televisi, 2 stasiun televisi keliahatan sekali mendukung capres. TV ONE mendukung Prabowo-Hatta dan Metro TV mendukung Jokowi-JK. Solusinya ya kita tonton saja dua duanya disertai asupan dari sumber yang lain.

Akhirnya tahapan penetapan pilpres oleh KPU sudah dilaksanakan, meskipun sekarang masih dalam tahap persidangan MK, kita sudah bisa melihat bahwa yang memenangkan pilpres adalah Jokowi-JK. Unik memang meskipun sebgian besar suara parpol di DPR terpilih mendukung Prabowo kenyataannya pendukung Jokowi-JK banyak, seperti di daerah saya (Kalimantan Timur}, meskipun merupakan basis Golkar tetapi justru dimenangkan oleh Jokowi. Menurut analisis saya masyarakat banyak memilih Jokowi-JK karena sifat merakyatnya, tidak neko-neko, jujur, dan tegas. Ini yang lebih mengena di rakyat dibandingkan janji janji Prabowo yang sungguh manis tetapi kalau dilihat tidak ada beda dengan janji politisi politisi demi mengambil suara rakyat. Apakah rakyat sudah bosan dengan janji janji saja? Tentunya.

Gaya kepemimpinan Jokowi di Solo dan Jakarta, dimana tidak bisa diintervensi dan bersih ini yang didambakan masyarakat. Tentu akan kita lihat gaya kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden yang tentunya tidak akan sama ketika mamimpin daerah yang lebih kecil.

Sekali lagi selamat kepada Jokowi-JK, nasib bangsa 5 tahun ke depan di tangan bapak-bapak sekalian. Pilihlah pembantu-pembantu anda (menteri} yang kompeten agar tugas anda lebih ringan.

download

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Agustus 2014 in Kajian, Kata Redaksi

 

Tag: , , , ,

Kursus EKG (Elektrokardiografi)

Kursus EKG secara resmi di Indonesia dilakukan oleh PP PERKI (Perhimpunan Spesialis Kardiovaskular Indonesia). Kursus ini biasanya dirangkai dengan pelatihan ACLS (Advanced Cardiovascular Life Support). Untuk wilayah Jakarta biasanya dilakukan secara rutin tiap 2 minggu sekali sedangkan untuk di daerah lain bergantung jadwal sendiri-sendiri. Pelatihan dilaksanakan selama 20 jam (biasanya 2 hari) dan diakhiri dengan tes tertulis pilihan ganda dan tes membaca EKG.

Buku pedoman dan diktat diberikan sebulan sebelum acara kursus dimulai untuk dipahami oleh peserta. Perlu diperhatikan agar para peserta mempelajari buku tersebut sebelum memulai kursus agar ketika kursus dapat menyerap bahan dengan cepat. Jika kita mengikuti kursus tanpa terlebih dulu memahami buku pedoman maka akan menemui kesulitan memahami pelajaran karna sistem kursus yang singkat dan sangat padat. Tentunya hal ini akan merugikan karna jika kita tidak lulus maka akan membuang uang, tenaga, dan waktu.

Hari pertama kursus terlebih dahulu dilakukan pretest untuk mengetahui dasar ilmu EKG kita. DIlanjutkan dengan kuliah EKG dan latihan membaca EKG. Pada kursus EKG memang dititikberatkan pada latihan dan latihan karena semakin sering berlatih maka semakin mahir dalam membaca EKG.

Hari kedua kursus diisi dengan pelatihan membaca EKG dan diakhiri dengan tes.

Adapun bahan bahan pretest kursus EKG dan postest kursus EKG dapat dilihat di internet

Sekian pesan dari saya. Kursus EKG merupakan salah satu kursus penting yang wajib diikuti oleh setiap dokter terutama yang berhubungan dengan kegawatdaruratan.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Desember 2012 in Kata Redaksi

 

Tag: , , , ,

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •