RSS

Arsip Tag: Demokrasi

Berita Duka : Pilkada Dipilih DPRD

Berita duka kita dengar beberapa hari yang lalu. Akhirnya, zaman pemilihan pemimpin langsung oleh rakyat telah berakhir. Tentunya ini menjadi kekecewaan sebagian besar rakyat Indonesia karena tidak dapat dipungkiri bahwa pilkada langsung telah mengajarkan banyak hal baik untuk rakyat maupun untuk elit politik.

image3s

Dari sisi rakyat, pilkada langsung membuat rakyat menjadi aktor utama dalam memilih pemimpin mereka, sebelumnya mereka hanya menjadi penonton dimana pemimpin dipilih oleh elit politik. Rakyat yang menilai, apakah calon pemimpin betul betul memimpin untuk kepentingan rakyat, untuk kesejahteraan rakyat, atau hanya sekedar memperkaya diri sendiri atao kroninya.

Dari sisi pemimpin, pilakda langsung membuat mereka harus selalu mendengar aspirasi rakyat, mengerti kebutuhan rakyat. Mereka aknan mempertanggungjawabka kepemimpinan mereka langsung ke rakyat. Jadi rakyat yang akan menilai, apabila kepemimpinannya kurang baik maka di pilkada selanjutnya tentu rakyat tidak akan memilih mereka lagi.

Tercabutnya hak politik rakyat ini banyak didengungkan dimana pihak pelaku pencabutan tersebut berdalih bahwa pilkada langsung boros anggaran. Ini tentu kita sadari, pilkada langsung butuh biaya besar dalam prosesnya, dari pencetakan kertas suara, maupun biaya penyelenggara pemilu. Tapi apalah artinya semua biaya itu jika dibandingkan akan lahirnya pemimpin yang betul betul dekat dengan rakyat. Alasan bayaknya pemimpin yang terjerat kasus korupsi jangan dijadikan alasan, karena pilkada tidak langsung justru rawan timbul korupsi, dimana bisa timbul politik dagang sapi, dimana anggota dewan dan pemimpin saling bagi bagi anggaran.

Kita lihat banyak pemimpin berintegritas yang muncul dari pilkada langsung, seperti Joko Widodo, Risma, dll, yang betul betul memimpin untuk mensejahterakan rakyat. Justru kita lihat pendukung pilkada tak langsung yang selama ini didengungkan oleh partai Koalisi Merah Putih ternyata memiliki niat terselubung, yaitu membentuk koalisi di sleuruh wilayah Indonesia agar semua pilkada dimenangkan kelompok mereka. Benar apa yang dikatakan oleh pengamat politik, bahwa arah demokrasi Indonesia menuju Pilkada tidak langsung menimbulkan oligarki politik, dimana dikuasai oleh Koalisi Merah Putih.

Saya jadi ngeri, jikalau KMP ini selanjutnya akan membuat pemilihan Presiden menjadi tidak langsung, wah, bahaya sekali, akan kembali ke jaman orde baru.

Mari kita semua mendukung pilkada langsung oleh rakyat, jangan biarkan kita dikibulin oleh para elit politik. Rakyat sekarang sudah cerdas memilih, mana pemimpin yang baik dan mana yang tidak. Trims………

download

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Oktober 2014 in Kata Redaksi

 

Tag: , ,

Pilkada dan Demokrasi

Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) adalah sarana pesta demokrasi untuk mewujudkan keadaan sejahtera masyarakat. Dalam pilkada bertarung para putra terbaik daerah untuk menjadi yang paling unggul. Tetapi disisi lain ada juga yang mencela akibat seringnya terjadi kericuhan dalam pilkada sampe2 ada yang menyebut pilkada adalah buatan orang luar negeri untuk menghancurkan Indonesia. Bagi saya pendapat seperti ini berasal dari orang yang tak tahu esensi dari pilkada. Dalam pilkada ditentukan pemimpin daerah yang akan membangun daerah disitu, jadi harus benar2 memilih pemimpin yang memihak rakyat.
Pilkada mengandung inti dari demokrasi dimana pemerintahan berasal dari dan untuk rakyat. Sistem inilah yang cocok untuk masyarakat ditengah keadaan banyaknya perbedaan pendapat. Dengan wadah demokrasi semua pihak dapat mengeluarkan janji2nya dan visi misi tentunya yang harus dibuktikan secara riil. Secara de facto sebenarnya proses demokrasi di Indonesia telah berlangsung sejak dulu, hanya saja dulu demokrasi hanya sebagai mainan para elit politik dimana suara rakyat hanya menjadi kendaraan bagi elit penguasa untuk melegalisir kekuasaannya. Dulu dimana rakyat digiring untuk menggolkan tujuan penguasa. Inilah yang menyebabkan demokrasi dianggap gagal oleh beberapa orang yang ingin mengganti sistem tersebut.
Mengapa demokrasi penting? Karena pada zaman sekarang semua orang mengaku yang paling benar. Jika hanya didasarkan pada segelintir orang untuk mengambil keputusan maka akan timbul ketidakpuasan dari pihak yang lainnya, ibarat dalam Islam saja terdapat banyak mahzab dan aliran yang semuanya mengaku yang paling benar. Lalu siapakah yang paling benar, apa mungkin semuanya adalah benar, itu yang patut dicermati. Sepanjang tidak menyangkut aqidah, sistem demokrasi masih mumpuni mengatasi permasalahan manusia.
Ada pula anggapan salah yang menganggap demokrasi tidak boleh diterapkan karena hasil budaya barat. Ini salah besar karena bertitik tolak hanya dari satu sisi. Demokrasi tidak bertentangan dengan Islam, dunia timur, DSB. Demokrasi bersifat universal, bukan miliki siapa2. Apalagi di setiap belahan bumi timbul varian2 demokrasi yang berbeda-beda disesuaikan dengan kultur masyarakatnya. Ini pula yang terjadi di Indonesia. Jika dicermati demokrasi yang siterapkan di Indonesia, nilai2nya tidak bertentangan dengan nilai ketimuran khas Indonesia dan nilai2 Islam. Dalam demokrasi Indonesia, yang namanya berganti dari dulu (demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, demokrasi Pancasila) memang berubah dalam mencari mana metode yang pas untuk Indonesia. Dan hasilnya adalah demokrasi yang sekarang diterapkan. Meskipun banyak terjadi kericuhan sebagai contoh dalam Pilkada tetapi tidak masalah demi mencapai hal yang diidamidamkan, kesejahteraan masyarakat. Ibarat kita memancing, kita rela mengorbankan umpan, cacing demi mendapatkan ikan yang tentu lebih bernilai. Jadi, harapan Necel, jangan pesimistis dengan kejadian Pilkada yang banyak rusuh, ambil positifnya, toh kejadiaanya hanya beberapa bulan setelah Pilkada saja (sebagian besar) setelah itu terserah anda.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Mei 2008 in Uncategorized

 

Tag: ,

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •