RSS

Arsip Kategori: Kehidupan

Sistem Pendidikan (bagian 1) : Apa yang salah?

Dewasa ini kita dihadapkan dengan slogan Revolusi Mental dari pemerintahan Pak Jokowi. Tentu kita bertanya tanya memang apa yang salah selama ini sehingga perlu dilakukan revolusi. Apakah perlu perubahan besar-besaran dari mental kita?

Semua bermula dari kenyataan pahit dari pertumbuhan negara Indonesia. Indonesia dengan jumlah penduduk yang banyak dan sumber daya alam yang melimpah ruah ko “bisa kalah” kesejahteraan rakyatnya dibanding misal singapur, malaysia yang notabene usianya lebih muda dan dulunya justru belajar dari Indonesia masalah pembangunan. Nah tentunya kita tersadar tidak perlu kita menyalahkan orang lain, kita introspeksi diri.

Salah satu kesalahan fatal kita adalah masih banyak orang yang dengan kemampuan biasa-biasa dan usaha yang biasa-biasa pengen hidup kaya dan sejahtera. Banyak kita temui pegawai yang kerjanya maaf hanya menyelesaikan rutinitas, pengen cepat selesai, kadang dengan ngomel ko ini kerjaan ga habis-habis. Padahal ya namanya pegawai ya pekerjaannya pasti gitu-gitu aja monoton. Mau cepat cepat diselesaikan ya pastinya dapat kerjaan yang sama begitu terus berulang-ulang. Masalahnya pengen kaya, nah lo, akhirnya timbul korupsi mulai dari hal kecil sampai yang besar. Atau malah timbul rasa malas, ah cuma digaji segini aja ko ngapain capek-capek pekerjaan sepenuh hati, begitu dalam hatinya.

Parahnya lagi kurangnya rasa nasionalisme sehingga dalam kesehariannya yang penting hidup enak, ga perlu bayar pajak, korupsi uang negara, mencemooh produk bangsa sendiri dan mengagungkan bangsa lain, timbulnya rasa ultraSARA (intoleransi).

Inilah perlunya revolusi mental bagaimana agar merubah mental dan pola pikir masyarakat agar semua berpartisipasi dalam membangun negara. Kalau kamu pegawai selalu berpikir dan berinovasi apa yang bisa saya lakukan untuk kemajuan indonesia. Kalau kamu dokter puskesmas bukan hanya melayani pasien berobat saja tetapi berpikir bagaimana memajukan derajat kesehatan masyarakat. Kalau kamu supir taksi bagaimana menjadi supir taksi yang plus misal menjadi panutan dalam berkendara, inovasi kepuasan pelanggan, atau bikin usaha kreatif macam jualan pulsa juga di dalam taksi. Mulai dari hal yang kecil apa yang bisa kamu lakukan untuk bangsa.

Oke, bahasan mengenai revolusi mental sejatinya luas banget nanti saya bahas di kesempatan lain, kali ini saya lebih membahas bagaimana kondisi pendidikan kita sehingga mendukung revolusi mental tersebut

bersambung

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 September 2017 in Kajian, Kehidupan, Uncategorized

 

Tag: , ,

Kesejahteraan Hidup (Bagian 1)

Kali ini saya akan membahas mengenai kesejahteraan hidup. Bahasan yang cukup alot dewasa ini melihat perkembangan masyarakat. Semua masyarakat ingin hidup sejahtera. Nah di tulisan ini saya mau mengulas mengenai konsep kesejahteraan dan mungkinkah semua orang hidup sejahtera.

Berbicara mengenai kesejahteraan tidak terlepaskan dengan konsep rejeki. Masing-masing orang sudah ada rejekinya masing-masing, begitu yang diajarkan oleh agama. Apakah sesederhana itu ????

Ternyata tidak, ALLAH SWT tidak serta merta memberi rejeki turun dari langit tetapi melalui perantara orang lain juga. Nah disini serunya, ternyata rejeki kita berkaitan juga dengan rejeki orang lain. Ko bisa begitu??? Baik akan saya jelaskan.

Andaikata saya memiliki penghasilan sebesar 10 juta yang berasal dari gaji PNS 5 juta dan praktek pasien sakit 5 juta. Dalam sebulan maka uang itu akan mengalir 1 juta ke pom bensin, 4 juta cicilan bank, 2 juta bule sayur, 2 juta warung makan, 200 ribu tukang jual pulsa. Maka dapat diartikan dalam rejeki saya terdapat rejekinya bule sayur. Selanjutnya berantai lagi dalam rejekinya bule sayur terdapat rejekinya tengkulak sayuran. Dalam rejekinya tengkulak sayur terdapat rejekinya petani sayur. Dalam rejekinya petani sayur ada rejekinya penjual pupuk. Andaikata penjual pupuk sakit dan berobat ke saya maka dalam rejekinya penjual pupuk ada rejekinya saya. Kejadian sesungguhnya lebih rumit dan berkaitan satu sama lain bagaikan benang ruwet.

Rejeki tersebut berputar putar, bisa jadi duit sepuluh ribuan yang kita pegang telah melewati 1000 tangan dalam hal ini rejeki untuk 1000 orang sebelum sampai ke tangan kita. Hmmmm disini mulai jelas terjadinya perputaran uang dan perputaran rejeki. Terus bagaimana cara meningkatkan rejeki dari fenomena yang kita bahas.

Cara 1.

Cara pertama adalah dengan mempercepat perputaran rejeki.

Artinya mempercepat perputaran uang. Ambil contoh misal saya punya uang 50 juta, dalam 3 bulan awal saya cuma simpan di dalam rumah tidak saya apa apakan. Ini berarti uang tidak berputar dan rejeki tidak berputar dan tidak ada efeknya terhadap tambahan rejeki saya. Andaikan uang itu saya belikan tanah, maka uang pindah ke penjual tanah dan jadi rejeki penjual tanah. Penjual tanah nikahkan anaknya jadi uangnya pindah untuk biaya resepsi (ke tukang dekorasi nikahan). Tukang dekorasi beli bahan kain ke tukang kain. Tukang kain sakit berobat ke saya. Nah jadi ada kemungkinan rejeki itu kembali ke kita lagi. Kita dapat untung dobel dapat tanah seharga 50 juta dan dapat jasa berobat 30 ribu (rejeki nambah 30 ribu). Jadi ada baiknya kita tidak menimbun rejeki. Sebaiknya kita putar lagi rejeki bisa dalam bentuk usaha, investasi, modal kerja, dsb. Jika kita terlalu takut untuk investasi sebenarnya dengan menabungkan uang di bank termasuk bermanfaat karena uang tabungan di bank akan berputar juga dalam bentuk kredit di masyarakat.

Cara 2.

Cara kedua adalah dengan masuk ke dalam arus rejeki yang deras.

Artinya memperbanyak rejeki orang yang melewati kita. Ambil contoh seorang pengusaha memiliki 1000 orang karyawan maka rejeki 1000 orang karyawan itu melewati pengusaha tersebut. Jika satu pekerja rejekinya 3 juta sebulan, maka pengusaha tadi kelewatan rejeki 3 milyar sebulan. Disini saya sebut kelewatan karena uang tadi hanya sebentar dimiliki pengusaha tetapi tetap saja pendapatan pengusaha tadi sebulan minimal 3 milyar meskipun pengeluarannya juga besar. Ini bisa diterapkan dalam konsep keluarga ambil contoh kepala keluarga bekerja untuk menghidupi 4 orang anak maka rejeki 4 orang anak akan melalui bapaknya. Dengan kata lain penghasilan bapaknya akan besar. Ini juga yang menjadi dasar kepercayaan orang banyak anak banyak rejeki dan ALLAH SWT akan mencukupkan rejeki buat masing-masing manusia. Ini juga yang mendasari kita disuruh untuk memperbanyak sedekah, karena rejeki rejeki orang yang kita sedekahi tentunya melewati kita. Dalam konsep cara kedua ini terlihat bahwa orang yang kaya bukan berarti mereka memiliki uang cash yang banyak tetapi rejeki banyak orang terkumpul melewati satu orang tersebut. Banyak kita lihat orang kaya di dunia ambil contoh Mark Zuckerberg kalau dilihat dia salah satu orang terkaya di dunia tapi bukan kita membayangkan dia punya duit cash satu kamar. Kekayaannya berada dalam bentuk saham dan investasi di banyak perusahaan yang artinya rejeki semua pegawainya melalui dia. Hal ini yang mendasari fakta bahwa kalau mau kaya harus jadi pengusaha bukan PNS, TNI/POLRI, atau pegawai biasa.

OK sampai disini dulu, bahasannya akan dilanjutkan lagi ke bagian 2

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 September 2017 in Kajian, Kehidupan, Uncategorized

 

Tag: , ,

Refleksi waktu 2

Jawabanya adalah tidak lain tidak bukan

KEPERCAYAAN DIRI

Orang yang memiliki kepercayaan diri atau istilahnya siap sedia dan merasa mampu melakukannya. Dengan percaya diri dan keberanian tentunya maka sistem simpatis terstimulasi dan hasil manis dapat didapat. Banyak orang yang percaya diri dapat melewati rintangan-rintangan hidup dan berhasil. Lalu bagaimana membangkitkan kepercayaan diri??? Kepercayaan diri dapat dilatih sedikit demi sedikit dari hal yang kecil (Kata AA’Gym) dari hidup sehari-hari. Terbiasa maju di depan, terbiasa bericara, terbiasa mengambil resiko, bahkan pada kasus terbiasa gagal. Dengan terbiasa menampilkan diri (eksis) maka akan timbul perasaan bahwa dirinya istimewa (bukan waham kebesaran lho) sehingga dapat muncul ide-ide kreatif. Ide kreatif inilah yang membuat semua masalah pasti ada solusinya, bahkan dari hal yang tak terduga sedikitpun.

Kemudian ada istilah generasi keong racun. istilah ini disematkan pada model pergaulan terkini anak muda jaman sekarang, dimana mereka ingin eksis baik menggunakan cara konvensional sampai metode canggih memanfaatkan teknologi youtube maupun facebook. Apakah generasi macam ini menimbulkan malapetaka??? Menurutku tidak, generasi ini memiliki ciri khas yang tidak dimiliki generasi lain, yaitu kepercayaan diri untuk tampil di muka umum. Kita perlu belajar banyak dari negeri Cina. Mereka berani menampilkan produknya , meskipun awalnya mirip dengan brand terkenal dan penduduknya tidak malu untuk tampil menggunakan produk mereka sendiri. Kita ambil contoh kasus handphone china. Mereka banyak berkembang dengan memanfaatkan konsumsi dalam negeri. Hal ini mirip dengan Indonesia dimana memiliki karakteristik jumlah penduduk yang banyak. Bahkan kita juga baru-baru ini memiliki produk handphone yang super dalam negeri dengan merek Polytron. Apakah handphone merek Polytron akan menjadi sukses?????

Kita tunggu saja ceritanya.

Akhir kata, tahun demi tahun berlalu, semua itu memberikan pelajaran bagi kita. Selamat menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf lahir dan batin

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Agustus 2011 in Kajian, Kata Redaksi, Kehidupan

 

Refleksi Waktu

Ada ungkapan umum “orang yang sukses adalah orang yang dapat menggunakan waktu dengan baik”
Ungkapan ini tidaklah salah dimana banyak hal dapat diulang kembali tetapi tidak dengan waktu. banyak kita terlena dengan waktu, lebih menunda pekerjaan atau lain sebagainya karena menganggap masih ada waktu. Tetapi nyatanya waktu tidak dapat diulang dan akhirnya kehabisan waktu. Proses kekecewaan dan penyesalan akhirnya datang, mengapa tidak dikerjakan dari dahulu. Fenomena ini tentunya sudah terjadi sejak pertama manusia diciptakan, jadi dapat dibayangkan banyaknya peristiwa akibat “kehabisan waktu” ini.
Berulangnya fenomena ini mengenai jiwa manusia, maka secara tidak langsung tubuh bereaksi untuk mengatasinya. Salah satunya muncul lagi ungkapan “semakin kepepet biasanya muncul kemampuan orang yang tak terduga”. Yup kadangkala manusia dibawah tekanan akan membangkitkan kekuatan yang selama ini tersembunyi. Banyak kejadian misalnya orang bisa mengangkat lemari es pada saat terjadi kebakaran karena ingin segera menyelamatkan harta bendanya. Ada lagi cerita seputar mengerjakan tugas ilmiah, kadangkala dalam waktu semalam tugas bisa jadi selesai padahal kita tidak mengira akan mampu menyelesaikannya.
Inilah anugrah yang diberikan Tuhan pada manusia, tubuh kita dapat dimaksimalkan guna memenuhi tugas yang kepepet. Dari segi kedokteran fenomena ini sendiri telah diteliti dan berhubungan dengan sistem otonom tubuh dan dimiliki pula oleh binatang. Mekanisme ini disebut dengan mekanisme flight and run atau melarikan diri. Ketika terjadi ancaman maka sistem otonom simpatis akan meningkat dan mengoptimalkan penggunaan energi tubuh dan aliran darah. Energi tubuh dioptimalkan dalam hal efisiensi penggunaan oksigen dan nutrisi. Aliran darah dioptimalkan ke organ yang bermanfaat untuk mekanisme flight and run dan mengurangi jatahnya pada organ yan gkurang penting. Aliran darah ke saluran pencernaan dikurangi dan diberikan lebih ke otot. Jadi mekanisme ini akan bermanfaat.
Tetapi ada juga mekanisme lain yang berlawanan misalnya saat orang tegang atau ketakutan, yang aktif adalah sistem otonom parasimpatis. Jika sistem parasimpatis bekerja maka aliran darah akan banyak ke organ pencernaan. Ini tampak sebagai manifestasi ingin buang air kecil, buang air besar, atau keringat dingin ketika orang lagi gugup. Hasil akhirnya adalah orang jadi tidak konsentrasi pada tugasnya. Sering kita melihat di film-film orang yang sembunyi dari kejaran penjahat karena ketakutan sering cerobih misalnya menyenggol barang pecah belah yang akhirnya membuat ketahun.
Jadi dua mekansime tersebut dapat terjadi pada keadaan kritis. Apakah sistem simpatis yang terstimulasi atau sistem parasimpatis yang terstimulasi. Kita tentunya ingin yan gmenguntungkan yaitu sistem simpatis. Jadi pertanyaannya, apa kondisi yang membedakan sehingga timbul reaksi yang berbeda.
Jawabanya adalah tidak lain tidak bukan…….

 

BERSAMBUNG

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juni 2011 in Kehidupan

 

Kepuasan Tersendiri

Perasaan setelah kita melalui hari-hari lelah memang tidak terkira. Ibarat sudah lepas dari telur di ujung tanduk, begitu dapat diistilahkan. Setelah sekian lama bergulat dengan kesibukan yang tiada henti akhirnya dapat lega untuk sejenak. Memang masih banyak hal yang harus dikerjakan tetapi agak sudah tenang dengan berkurangnya sedikit beban selama ini. Ini memang namanya sengsaranya kuliah di kedokteran. Harus capek, kalo ga capek ga dapet feelnya kuliah.
Semakin naik tingkat memang semakin penuh sesak agenda yang harus dijalani, tapi mau apa lagi, namanya juga kewajiban, ya harus dilakukan. Untunglah ada pengobat semuanya yaitu yayang yang setia menemani. Memang untung ada pendamping, kalo capek ya bisa dibantu, istilahnya sama-sama berbagi. Kasian juga kalo belum punya pendamping, tapi ya tidak tahulah, pastinya mereka punya cara tersendiri mengatasinya.
Di masa padat kegiatan, akhirnya terasa sekali manfaat handphone. Dapat berkomunikasi tanpa harus wira-wiri kesana-kemari, mempermudah kontak dengan siapa saja. Mau yang telpon ataupun sms, semua sekarang serba murah. Keandalan HP lagi-lagi diuji, dalam hal ketahanan batere dan kejarangan hang. Termasuk masalah motor sebagai transportasi, harus tahan banting, negagas terus direm lagi, belok kanan, harus mantap disegala kondisi.
Ketahanan mental juga salah satu hal penting dalam melalui hari berat. Kekuatan sabar sangat teruji. Kadangkala jika kita terlalu sering mengalami hal ini, kadar kesabaran kita akan semakin kebal. Tapi ingat jangan sombong karena seperti istilah sepandai-pandai kelinci melompat maka dapat jatuh juga. Jadi tetep semuanya dilalui dengan sungguh-sungguh dan tetap low profile. Intinya belajar terus dari pengalaman, baik pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 1 April 2009 in Kata Redaksi, Kehidupan

 

Laskar Pelangi

Film Laskar Pelangi yang disutradai oleh Riri Riza merupakan film bernuansa perjuangan. Perjuangan untuk hidup dan masa depan. Film ini bercerita kisah kecil 10 orang anak dari belitong (ga tau juga apakah sama dengan belitung) dalam bersekolah di sekolah gratis. Di sekeliling mereka kehidupan sangatlah susah dimana banyak anak bekerja di perusahaan timah untuk membantu orang tua tetapi mereka, dengan segala keterbatasan yang ada tetap semangat untuk menuntut ilmu.

Dari anak-anak sekecil mereka kita mendapat banyak pelajaran berharga dalam hidup, mulai dari pantang menyerah terus semangat dan tidak mudah putus asa. Memang kehidupan ini tidak selalu mulus, banyak lika-liku yang menerjang. Tetapi hambatan itu merupaka bumbu kehidupan, pandai-pandailah dalam menanggapi itu semua. Santai tetapi tetap serius.

Masalahnya cara kita dalam menjalani hidup kadang hanya mengalir seiring berjalannya waktu, kurang punya visi dan misi. Padahal orang berhasil harus punya visi dan misi untuk maju. Sebagai contoh dari film laskar pelangi, anak-anak tersebut memendam keinginan yang besar untuk mewujudkan impian dan harapan mereka. Anak yang berambut keriting (ga tau namanya siapa) ingin pergi ke perancis, dan dengan tekad dan usaha yang besar akhirnya dapat pergi ke paris ketika besar.
Sungguh suatu cerita yang mengharukan, masa lalu adalah masa yang tidak akan pernah kita lupakan dan pasti kita ingin untuk menjalaninya lagi (karena kita udah tau masa depannya seperti apa) jadi andaikan kita bisa lebih santai dalam menghadapi cerita ini.

Pesan dari necel: pahamilah hidup anda yang sangat berharga dan berkesan ini, selalu bersyukur dan lewati waktu demi waktu dengan full seluruh kemmpuan kita karena masa ini ga akan pernah terulang dan akan menjadi masa lalu kita yang sangat indah.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 3 November 2008 in Kajian, Kehidupan

 

Tag: , ,

Semangat Belajar Donk Ah

Namanya penyakit sering manghantui setiap pelajar dan mahasiswa. Otaknya jadi beku setelah kelamaan libur. Kalo dipikir-pikir biarpun liburan toh qt tetep mikir juga tapi kalo baru masuk, ko mau belajar males banget. Baca dikit aja udah ngantuk or bawaannya mau nonton TV or nyantai terus. Tenang biasanya hal2 kayak gitu hanya sementara juga coz mau ga mau qt pasti menghadapi ujian dan wajib yg namanya belajar.
Gejala2 penyakit ini misalnya bawaannya ngantuk terus, pas pulangan langsung kabur dari skul or kampuz, g betah ngeliat buku2 pelajaran. Ngeri kan kalo penyakit ini berkepanjangan or tambah parah, bisa2 ama temen2 dikira IQ nya turun drastis setelah liburan. Jadi secepatnya harus diatasi.
Caranya y seperti ini. Pertama, minggu terakhir liburan dan petama masuk, puas2 in liburannya. Selagi pelajaran biasanya juga masih nyantai jadi aji mumpung donk. Dengan cara ini pasti qt jadi bosan liburan terus, jadinya pengen sesuatu yg baru yaitu belajar. Lalu qt paksain belajar, masuk ga masuk tetep aja dilahap tuh pelajaran. Pokoknya ampe otak jebol dimasukin tuh pelajaran. Ini namanya bikin terbiasa otak 4 menerima input informasi. Stimulasi otak juga dilakukan dengan membaca koran dan menonton berita di televisi, minimal ngeliat ulasan dan analisis pertandingan sepak bola.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 September 2008 in Kajian, Kata Redaksi, Kehidupan, Keseharian

 
  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  • Iklan