RSS

Syok Spinal dan spinal anestesi

31 Agu

Beberapa waktu yang lalu aku melalui stase di anestesi. Di bagian anestesi mempelajari berbagai macam tindakan yang berkaitan dengan pembiusan dan kegawatdaruratan. Satu hal yang penting yaitu tindakan spinal anestesi. Tindakan anestesi spinal banyak digunakan untuk tindakan operasi di ekstremitas bawah, dan paling sering adalah bedah cesar. Anestesi spinal dilakukan dengan memberikan obat anestesi misal decain ke dalam rongga subarakhnoid di sumsum tulang belakang yaitu di antara lumbal 4-5.
Efek samping dari anestesi spinal yaitu terjadinya syok spinal. Patogenesis dari syok spinal adalah sebagai berikut. Ketika obat anestesi menginfiltrasi sumsum tulang belakang, maka akan memblok hantaran impuls dari berbagai sistem syaraf, yaitu syaraf sensorik, motorik dan otonom (simpatis dan parasimpatis).
Terhambatnya saraf sensorik akan menyebabkan hilangnya perasaan nyeri, sentuhan, dsb
Terhambatnya saraf motorik akan menyebabkan hilangnya kemampuan otot untuk berkontraksi sehingga akan menjadi lumpuh dan tidak bergerak
Terhambatnya saraf otonom akan menyebabkan hilangnya pengaturan simpatis dan saraf parasimpatis. Pada syok spinal inilah terjadi gangguan pengaturan saraf otonom. Seperti diketahui saraf simpatis berada pada segmen torakolumbal sedangkan saraf parasimpatis berada pada segmen craniosacral. Ketika dilakukan anestesi/blok spinal maka saraf simpatis lumbal kebawah dan parasimpatis di sacral akan kehilangan kemampuannya. Terlihat bahwa sistem simpatis pada bagian torakal dan parasimpatis pada bagian cranial tidak terpengaruh, tetapi obat anestesi spinal dapat naik ke atas sampai ke torakal sehingga sistem simpatis di torakal dapat terpengaruh atau sedikit terpengaruh. Akibatnya sistem simpatis menurun ditandai dengan vasodilatasi dan penurunan denyut jantung yang akibatnya hipotensi (syok spinal) sedangkan sistem parasimpatis di cranial tidak terpengaruh karena letaknya yang jauh. Hal inilah yang menyebabkan syok spinal.
Peristiwa penting lain juga terjadi peningkatan peristaltik usus. Mekanisme terjadinya hal ini mirip dengan syok spinal dimana sistem simpatis lumbal dan sebagian torakal mengalami blok sedangkan sistem parasimpatis cranial tidak terblok dan masih dapat memberikan rangsangan. Tampak bahwa anestesi spinal cenderung untuk meningkatkan parasimpatis dan menurunkan simpatis. Pada gastrointestinal, efek parasimpatis yaitu meningkatkan peristaltik usus. Jadi perlu diperhatikan pengaruh jenis anestesi spinal dengan tindakan operasi di bidang gastrointestinal.

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Agustus 2011 in Uncategorized

 

Tag: , ,

One response to “Syok Spinal dan spinal anestesi

  1. m,yusuf

    17 Januari 2012 at 10:12 pm

    jadi utk op hysterektomi sebaiknya general anastesi ya…trims..infonya..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •  
    %d blogger menyukai ini: