RSS

Samarindaku Kini

31 Jul

Tak terasa aku telah hidup di Samarinda lebih dari 20 tahun, dan sekarang Samarinda telah mengalami banyak perubahan.

Sekilas

Samarinda merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Timur. Terletak di daerah aliran sungai Mahakam dengan anak sungainya yaitu Karang Mumus. Oleh karena itu, Samarinda sebagai pintu gerbang untuk menuju daerah lain yang lebih pedalaman dari sungai Mahakam. Samarinda sebagian besar terletak di dataran rendah, jadi daerahnya subur sebagai tempat pertanian, terlihat masih ada sawah di Samarinda. Penduduk Samarinda beraneka ragam suku bangsanya, mulai dari Bugis, Banjar, Jawa, Kutai, dll. Mereka hidup rukun, mengapa?, karena kota Samarinda adalah kota yang aktif sehingga penduduknya menghabiskan waktu dengan bekerja dan bekerja.

Dahulu

Dahulu daerah Kalimantan dianggap sebagai daerah yang sepi, kurang menarik, apalagi dengan riwayat adanya konflik antar etnis di Kalimantan Tengah dan Barat. Tidak dipungkiri, sebelumnya daerah Samarinda menarik sebagai pusat industri perkayuan yang booming pada tahun 80an. Bahkan jauh sebelum itu, ketika jaman penjajahan Belanda, Kalimantan Timur sebagai sumber ladang minyak bumi. Awalnya jalanan aspal hanya berkutat di tepi sungai mahakam yaitu depan gubernuran. Berdasarkan orang dulu yang berbagi pengalaman denganku, dahulu jalanan beraspal hanya sampai depan SMP N 1 Samarinda, selebihnya hanya jalanan tanah. Wah berarti Kota Samarinda sangat sempit.

Kini

Samarinda perlahan-lahan berkembang dan meluas begitu juga dengan penduduknya. Dengan semakin banyaknya pembangunan infrastruktur dan lapangan pekerjaan, banyak orang melakukan migrasi ke Samarinda, ini terlihat dari peningkatan jumlah penduduk Samarinda didominasi oleh migrasi masuk. Arah lokasi pusat keramaian pun berkembang yang ke seluruh penjuru mata angin. Sekarang telah terlihat perempatan Sempaja sudah sangat ramai,jalanan Palaran malam hari tidak pernah sepi, banyaknya pembangunan perumahan di Samarinda Seberang, maupun pembuatan tempat-tempat umum, macam stadion Sempaja, Kebun Raya Unmul Samarinda, Waterpark, stadion Palaran, dan pusat perbelanjaan baru. Dengan boomingnya emas hitam (batubara) membuat banyak uang mengalir ke Samarinda dan tentunya menyejahterakan masyarakatnya. Aku sangat bahagia tinggal di Samarinda. Meskipun daerah ini memang sangat minum tempat hiburan keluarga, tetapi dengan berkeliling kota saja, melihat hiruk pikuknya Samarinda sudah sangat senang.

Lalu, akan bagaimana samarinda kedepannya????

Itu terserah anda…………..

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Juli 2011 in Kata Redaksi, Keseharian

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •  
    %d blogger menyukai ini: