RSS

Refleksi Waktu

19 Jun

Ada ungkapan umum “orang yang sukses adalah orang yang dapat menggunakan waktu dengan baik”
Ungkapan ini tidaklah salah dimana banyak hal dapat diulang kembali tetapi tidak dengan waktu. banyak kita terlena dengan waktu, lebih menunda pekerjaan atau lain sebagainya karena menganggap masih ada waktu. Tetapi nyatanya waktu tidak dapat diulang dan akhirnya kehabisan waktu. Proses kekecewaan dan penyesalan akhirnya datang, mengapa tidak dikerjakan dari dahulu. Fenomena ini tentunya sudah terjadi sejak pertama manusia diciptakan, jadi dapat dibayangkan banyaknya peristiwa akibat “kehabisan waktu” ini.
Berulangnya fenomena ini mengenai jiwa manusia, maka secara tidak langsung tubuh bereaksi untuk mengatasinya. Salah satunya muncul lagi ungkapan “semakin kepepet biasanya muncul kemampuan orang yang tak terduga”. Yup kadangkala manusia dibawah tekanan akan membangkitkan kekuatan yang selama ini tersembunyi. Banyak kejadian misalnya orang bisa mengangkat lemari es pada saat terjadi kebakaran karena ingin segera menyelamatkan harta bendanya. Ada lagi cerita seputar mengerjakan tugas ilmiah, kadangkala dalam waktu semalam tugas bisa jadi selesai padahal kita tidak mengira akan mampu menyelesaikannya.
Inilah anugrah yang diberikan Tuhan pada manusia, tubuh kita dapat dimaksimalkan guna memenuhi tugas yang kepepet. Dari segi kedokteran fenomena ini sendiri telah diteliti dan berhubungan dengan sistem otonom tubuh dan dimiliki pula oleh binatang. Mekanisme ini disebut dengan mekanisme flight and run atau melarikan diri. Ketika terjadi ancaman maka sistem otonom simpatis akan meningkat dan mengoptimalkan penggunaan energi tubuh dan aliran darah. Energi tubuh dioptimalkan dalam hal efisiensi penggunaan oksigen dan nutrisi. Aliran darah dioptimalkan ke organ yang bermanfaat untuk mekanisme flight and run dan mengurangi jatahnya pada organ yan gkurang penting. Aliran darah ke saluran pencernaan dikurangi dan diberikan lebih ke otot. Jadi mekanisme ini akan bermanfaat.
Tetapi ada juga mekanisme lain yang berlawanan misalnya saat orang tegang atau ketakutan, yang aktif adalah sistem otonom parasimpatis. Jika sistem parasimpatis bekerja maka aliran darah akan banyak ke organ pencernaan. Ini tampak sebagai manifestasi ingin buang air kecil, buang air besar, atau keringat dingin ketika orang lagi gugup. Hasil akhirnya adalah orang jadi tidak konsentrasi pada tugasnya. Sering kita melihat di film-film orang yang sembunyi dari kejaran penjahat karena ketakutan sering cerobih misalnya menyenggol barang pecah belah yang akhirnya membuat ketahun.
Jadi dua mekansime tersebut dapat terjadi pada keadaan kritis. Apakah sistem simpatis yang terstimulasi atau sistem parasimpatis yang terstimulasi. Kita tentunya ingin yan gmenguntungkan yaitu sistem simpatis. Jadi pertanyaannya, apa kondisi yang membedakan sehingga timbul reaksi yang berbeda.
Jawabanya adalah tidak lain tidak bukan…….

 

BERSAMBUNG

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juni 2011 in Kehidupan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •  
    %d blogger menyukai ini: