RSS

Mitral Stenosis

05 Agu

Mitral stenosis (disingkat MS) merupakan suatu keadaan dimana terjadi gangguan aliran darah dari atrium kiri melalui katup mitral oleh karena obstruksi pada level katup mitral. Kelainan struktur katup mitral ini menyebabkan gangguan pembukaan katup sehingga timbul gangguan pengisian ventrikel kiri pada saat diastole. (5)

Penyebab mitral stenosis tersering adalah endokarditis reumatika, penyebab yang jarang adalah kongenital dan systemic lupus erythematosus (SLE). Endokarditis reumatika menyebabkan MS melaluii proses peradangan (valvulitis) dan pembentukan nodul tipis di sepanjang garis penutupan katup. Proses ini menimbulkan fibrosis dan penebalan daun katup, kalsifikasi, fusi komisura, fusi serta pemendekan korda atau kombinasi dari proses tersebut. Lama-kelamaan akan terjadi distorsi dari aparatus mitral yang normal, mengecilnya area katup mitral menjadi bentuk mulut ikan (fish mouth) atau lubang kancing (button hole). Proses perubahan patologi sampai terjadinya gejala klinis (periode laten) biasanya memakan waktu 10-20 tahun. (5)

Gejala klinis pada permulaan penyakit umumnya asimtomatik. Jika timbul kondisi yang meningkatkan cardiac output atau heart rate, maka akan meningkatkan gradien katup mitral dan tekanan atrium kiri. Peningkatan tekanan atrium kiri akan diteruskan ke sirkulasi pulmonal dan memicu terjadinya sesak (dyspneu) dan pada saat inilah umumnya MS terdiagnosis. Keadaan yang meningkatkan cardiac output atau heart rate misalnya berolahraga, hipertiroid, kehamilan, fibrilasi atrial, dan demam. Seabagai tambahan venous return menurmpuk pada posisi tidur terlentang dan menghasilkan orthopnea dan paroxysmal nocturnal dyspnea pada pasien dengan sakit moderate. Riwayat hemoptysis dapat terjadi pada pasien dengan hipertensi pulmonal. (1).

Pemeriksaan fisik pasien MS ringan umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas kecuali melalui pemeriksaan auskultasi jantung. Pemeriksaan auskultasi jantung berupa mur-mur rumbling apical midiastolik atau presistolik yang tidak menjalar, opening snap pada early diastole, pengerasan bunyi jantung pertama. Jeda antara opening snap dengan bunyi jantung A2 menentukan keparahan dari MS dimana semakin sedikit jedanya, maka MS yang terjadi semakin parah. (2; 6)

Gambaran Elektrokardiogram (EKG) pada pasien MS dengan irama sinus berupa gambaran pembesaran atrium kiri yaitu gelombang P lebar dan berlekuk di lead II dan V1. Kompleks QRS umumnya normal, tetapi pada pasien dengan hipertensi pulmonal parah, dpat timbul deviasi aksis ke kanan dan hipertrofi ventrikel kanan. Fibrilasi atrium dapat ditemukan. Gambaran Rontgen thorax pasien MS pada awal berupa melurusnya batas kiri atas pada bayangan jantung, membesarnya arteri pulmonalis, dilatasi vena pulmonal lobus atas, perubahan posisi esophagus akibat pembesaran atrium kiri. Gambaran echocardiogram menunjukkan adanya EF slope katup mitral pada fase diastolic, fusi kommisura, atau kalsifikasi katup mitral. (2)

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Agustus 2010 in kedokteran, Pengetahuan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •  
    %d blogger menyukai ini: