RSS

Terorisme

14 Agu
Belakangan berita terorisme banyak diulas di stasiun TV (maklum seringnya nonton TV dibanding dengar radio). Berita tertuju pada Noordin Moh Top yang belakangan ternyata masih hidup alias tidak tewas di temanggung. Ini menjadikan kita patut waspada karena gembong teroris ini memang susah ditangkap, licin bagai belut dengan koneksi dimana2. Ia dengan mudah berkeliaran di banten terus ke jabar, jateng, jatim, berpindah2. Bisa dilihat bahwa Noordin ini orangnya memang tidak mau ambil resiko. Tapi perlu diingat bahwa dengan perburuan yang semakin intens oleh pihak densus 88 tentu menjadikan ruang gerak Noordin jadi makin sempit.
Taktik Noordin terang saja beradu dengan taktik kepolisian dalam hal ini densus 88, Noordin memanfaatkan jaringannya yang entah kenapa ternyata banyak juga seperti tidak ada habisnya. Pola kaderisasi dimanfaatkan oleh Noordin. Saya memiliki beberapa pandangan mengapa Noordin sulit dibekuk, berikut ulasannya:
1. Noordin memiliki beberapa lapis pendukung, maksudnya disini, ia menggunakan sistem berlapis atau semacam MLM, dimana model tingkatan tersebut mejadikannya tidak perlu langsung turun tangan untuk berinstruksi dengan bawahannnya. Jadi hanya orang yang dekat dengan Noordin ini yang tentunya telah dipercaya oleh Noordin yang dapat berkomunikasi intens dengannya sedangkan anggota biasa hanya berhubungan dengan kaki tangannya
2. Pola lompat katak. Pola ini berarti tidak lama tinggal di suatu wilayah. Noordin sengaja berpindah dengan sering karena tentunya fotonya sudah terpampang dimana2 dan kalau tinggal agak lama akan menimbulkan kecurigaan pihak tetangga karena tidak pernah bersosialisasi. Kelemahan Noordin adalah dia orang malaysia yang logatnya dapat dikenali.
3. Doktrin agama. Agama merupakan hal yang sakral, yang menjadi keyakinan yang sangat mendalam di diri seseorang. Karena agama orang dapat rela mati. Doktrin Noordin disini tentunya juga dibuat dengan matang, mereka tidak serta merta menyuruh seseorang untuk berbuat teror, doktrin dibuat dengan berjenjang. Orang yang direkrut biasanya berlatar belakang orang yang masih mendalami agama seperti para santri, pemuda, atau orang yang memiliki masalah hidup. Karena orang tersebut tidak memiliki background yang kuat terhadap agama maka dengan mudah didoktrin. Hal ini dapat diibaratkan seperti santri yang sedang belajar di pondok, maka santri itu pasti akan mengikuti ajaran gurunya karena dia belajar hanya pada satu guru jadi tidak ada pembanding. Dia hanya meyakini bahwa ajaran gurunya yang paling benar dan orang yang berbeda pendapat adalah orang yang salah. Jika orang sudah terjerumus demikian maka akan sulit diubah pandangannya, inilah yang disebut cuci otak. Saya menduga pada awalnya, sekutu Noordin pertamanya mengajak orang berbuat ibadah secara umum, dengan tingkah laku sekutu tersebut yang alim maka menimbulkan kesan ini orang yang taat. Lama kelamaan target akan dijejali hal2 yang lebih ekstrim seperti kekejian AS dan sekutunya kemudian pola pikirnya diarahkan untuk menghancurkan simbol2 AS. Dengan menghancurkan simbol2 AS dan sekutunya artinya telah berjihad di jalan Islam dengan memerangi musuh2 islam. Kemudian dijejali lagi dengan pandangan bahwa orang lain sesama muslim yang tidak seirama pandangannya dengan mereka adalah kafir karena berdiam diri ketika musuh islam menggerogoti kepribadian muslim dan nilai islam mulai ditinggalkan. Target akan semakin yakin bahwa jalan yang dia tempuh merupakan hal yang benar dan semakin mantaplah ia. setelah mantap maka mulailah ia masuk secara terang2an ke organisasi Noordin, mulai diperkenalkan dengan orang seperjuangan dan ikut dalam misi jihad.
4. Terdapat orang2 yang menaruh hati terhadap Noordin. Tidak bisa dipungkiri terdapat orang2 yang menaruh hati pada Noordin, menurut pemikiran saya, orang2 ini tidak secara gamblang membela Noordin tetapi melalui cara2 yang lebih halus, dengan manamakan persaudaraan muslim maka mereka mencoba merasionalkan tindakan Noordin agar bisa diterima orang sebagai hal yang baik, sebuah perjuangan. Orang macam ini tidak secara aktif membantu Noordin, tetapi mereka bisa mempengaruhi orang disekeliling mereka untuk tidak membenci Noordin, memberi pengertian bahwa apa yang dilakukan Noordin adalah demi Islam, dsb. Mereka juga termasuk orang2 yang sepaham dengan Noordin tetapi tidak seradikal Noordin. Perlu kita cermati asal muasal organisasi Jamaah Islamiyah yang ada hubungan dengan Al Qaeda yang telah kita ketahui bersama memiliki paham/aliran yang tertentu di dalam Islam, dimana Al Qaeda adalah bagian radikalisme dari aliran Islam tertentu yang sekarang berkembang di Indonesia. Timbulnya kebiasaan perempuan bercadar, kewajiban berjenggot, haram menunda sholat meskipun masih dalam waktunya, patut dicermati asal muasalnya karena seperti diketahui aliran Islam ini memiliki kebiasaan mengambil dasar hukum setengah2 dan ketika diajak berdebat mereka tidak mau karena berdebat itu haram lagi2 kata mereka. Dan andaikata mereka berdebat dan kalah maka mereka cenderung tidak mau mengakui yang benar. Inilah yang patut diwaspadai, perlu ada kesatuan dalam umat Islam bahwa apa yang dilakukan Noordin adalah salah dan harus dihentikan sekarang juga. Hanya inilah cara untuk menghentikan Noordin, dengan tidak ada pengikut tentu dia tidak akan berbuat banyak seperti ketika dia di Malaysia sedikit pengikutnya sehingga hijrah ke Indonesia. Tindakan berbelas kasihan pada teroris juga patut dihilangkan, Islam dengan tegas memberi hukuman terhadap orang yang salah (kalo mencuri potong tangan) karena dalam Islam memberi pelajaran kepada orang lain, jadi tidak salah Noordin dihukum gantung agar memberi pelajaran pada yang lain, tidak perlu kita berharap Noordin dihukum saja dengan tujuan Noordin berubah, meskipun Noordin berubah tetap ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Seperti tanggapan di sebuah koran:
Sangat disayangkan bahwa agama dijadikan alasan untuk merekrut bom bunuh diri. Bagi teroris berlatar agama, kekerasan adalah tindakan suci didasarkan pada pemahaman akan kewajiban menjalankan ajaran agamanya dan penafsiran atas perintah Tuhan. Sungguh sesat dan menyesatkan.
Belakangan berita terorisme banyak diulas di stasiun TV (maklum seringnya nonton TV dibanding dengar radio). Berita tertuju pada Noordin Moh Top yang belakangan ternyata masih hidup alias tidak tewas di temanggung. Ini menjadikan kita patut waspada karena gembong teroris ini memang susah ditangkap, licin bagai belut dengan koneksi dimana2. Ia dengan mudah berkeliaran di banten terus ke jabar, jateng, jatim, berpindah2. Bisa dilihat bahwa Noordin ini orangnya memang tidak mau ambil resiko. Tapi perlu diingat bahwa dengan perburuan yang semakin intens oleh pihak densus 88 tentu menjadikan ruang gerak Noordin jadi makin sempit.
Taktik Noordin terang saja beradu dengan taktik kepolisian dalam hal ini densus 88, Noordin memanfaatkan jaringannya yang entah kenapa ternyata banyak juga seperti tidak ada habisnya. Pola kaderisasi dimanfaatkan oleh Noordin. Saya memiliki beberapa pandangan mengapa Noordin sulit dibekuk, berikut ulasannya:
1. Noordin memiliki beberapa lapis pendukung, maksudnya disini, ia menggunakan sistem berlapis atau semacam MLM, dimana model tingkatan tersebut mejadikannya tidak perlu langsung turun tangan untuk berinstruksi dengan bawahannnya. Jadi hanya orang yang dekat dengan Noordin ini yang tentunya telah dipercaya oleh Noordin yang dapat berkomunikasi intens dengannya sedangkan anggota biasa hanya berhubungan dengan kaki tangannya
2. Pola lompat katak. Pola ini berarti tidak lama tinggal di suatu wilayah. Noordin sengaja berpindah dengan sering karena tentunya fotonya sudah terpampang dimana2 dan kalau tinggal agak lama akan menimbulkan kecurigaan pihak tetangga karena tidak pernah bersosialisasi. Kelemahan Noordin adalah dia orang malaysia yang logatnya dapat dikenali.
3. Doktrin agama. Agama merupakan hal yang sakral, yang menjadi keyakinan yang sangat mendalam di diri seseorang. Karena agama orang dapat rela mati. Doktrin Noordin disini tentunya juga dibuat dengan matang, mereka tidak serta merta menyuruh seseorang untuk berbuat teror, doktrin dibuat dengan berjenjang. Orang yang direkrut biasanya berlatar belakang orang yang masih mendalami agama seperti para santri, pemuda, atau orang yang memiliki masalah hidup. Karena orang tersebut tidak memiliki background yang kuat terhadap agama maka dengan mudah didoktrin. Hal ini dapat diibaratkan seperti santri yang sedang belajar di pondok, maka santri itu pasti akan mengikuti ajaran gurunya karena dia belajar hanya pada satu guru jadi tidak ada pembanding. Dia hanya meyakini bahwa ajaran gurunya yang paling benar dan orang yang berbeda pendapat adalah orang yang salah. Jika orang sudah terjerumus demikian maka akan sulit diubah pandangannya, inilah yang disebut cuci otak. Saya menduga pada awalnya, sekutu Noordin pertamanya mengajak orang berbuat ibadah secara umum, dengan tingkah laku sekutu tersebut yang alim maka menimbulkan kesan ini orang yang taat. Lama kelamaan target akan dijejali hal2 yang lebih ekstrim seperti kekejian AS dan sekutunya kemudian pola pikirnya diarahkan untuk menghancurkan simbol2 AS. Dengan menghancurkan simbol2 AS dan sekutunya artinya telah berjihad di jalan Islam dengan memerangi musuh2 islam. Kemudian dijejali lagi dengan pandangan bahwa orang lain sesama muslim yang tidak seirama pandangannya dengan mereka adalah kafir karena berdiam diri ketika musuh islam menggerogoti kepribadian muslim dan nilai islam mulai ditinggalkan. Target akan semakin yakin bahwa jalan yang dia tempuh merupakan hal yang benar dan semakin mantaplah ia. setelah mantap maka mulailah ia masuk secara terang2an ke organisasi Noordin, mulai diperkenalkan dengan orang seperjuangan dan ikut dalam misi jihad.
4. Terdapat orang2 yang menaruh hati terhadap Noordin. Tidak bisa dipungkiri terdapat orang2 yang menaruh hati pada Noordin, menurut pemikiran saya, orang2 ini tidak secara gamblang membela Noordin tetapi melalui cara2 yang lebih halus, dengan manamakan persaudaraan muslim maka mereka mencoba merasionalkan tindakan Noordin agar bisa diterima orang sebagai hal yang baik, sebuah perjuangan. Orang macam ini tidak secara aktif membantu Noordin, tetapi mereka bisa mempengaruhi orang disekeliling mereka untuk tidak membenci Noordin, memberi pengertian bahwa apa yang dilakukan Noordin adalah demi Islam, dsb. Mereka juga termasuk orang2 yang sepaham dengan Noordin tetapi tidak seradikal Noordin. Perlu kita cermati asal muasal organisasi Jamaah Islamiyah yang ada hubungan dengan Al Qaeda yang telah kita ketahui bersama memiliki paham/aliran yang tertentu di dalam Islam, dimana Al Qaeda adalah bagian radikalisme dari aliran Islam tertentu yang sekarang berkembang di Indonesia. Timbulnya kebiasaan perempuan bercadar, kewajiban berjenggot, haram menunda sholat meskipun masih dalam waktunya, patut dicermati asal muasalnya karena seperti diketahui aliran Islam ini memiliki kebiasaan mengambil dasar hukum setengah2 dan ketika diajak berdebat mereka tidak mau karena berdebat itu haram lagi2 kata mereka. Dan andaikata mereka berdebat dan kalah maka mereka cenderung tidak mau mengakui yang benar. Inilah yang patut diwaspadai, perlu ada kesatuan dalam umat Islam bahwa apa yang dilakukan Noordin adalah salah dan harus dihentikan sekarang juga. Hanya inilah cara untuk menghentikan Noordin, dengan tidak ada pengikut tentu dia tidak akan berbuat banyak seperti ketika dia di Malaysia sedikit pengikutnya sehingga hijrah ke Indonesia. Tindakan berbelas kasihan pada teroris juga patut dihilangkan, Islam dengan tegas memberi hukuman terhadap orang yang salah (kalo mencuri potong tangan) karena dalam Islam memberi pelajaran kepada orang lain, jadi tidak salah Noordin dihukum gantung agar memberi pelajaran pada yang lain, tidak perlu kita berharap Noordin dihukum saja dengan tujuan Noordin berubah, meskipun Noordin berubah tetap ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Seperti tanggapan di sebuah koran:
Sangat disayangkan bahwa agama dijadikan alasan untuk merekrut bom bunuh diri. Bagi teroris berlatar agama, kekerasan adalah tindakan suci didasarkan pada pemahaman akan kewajiban menjalankan ajaran agamanya dan penafsiran atas perintah Tuhan. Sungguh sesat dan menyesatkan.
Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 14 Agustus 2009 in Kajian, Kata Redaksi

 

2 responses to “Terorisme

  1. escoret

    3 September 2009 at 4:02 pm

    ga ada spasinya ya?

     
  2. necel

    10 September 2009 at 7:24 pm

    wakakak. sorry bro

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •  
    %d blogger menyukai ini: