RSS

Sirosis Hepatis

07 Jul

Sirosis hepatis merupakan masalah besar bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Setiap tahun sekitar 25.000 orang meninggal akibat penyakit ini, dan menempati urutan ke-7 penyebab kematian di seluruh dunia.

Di Amerika, diperkirakan bahwa jumlah pasien sirosis hepatis 360 orang per 100.000 penduduk. Di Amerika Serikat pada tahun 1999, angka kematian akibat sirosis hepatis lebih dari 2/3 dari 4000 orang dengan usia di bawah 65 tahun, dan angka kematian ini terus meningkat setiap tahunnya.

Di RS Sardjito Yogyakarta pada tahun 2004, dilaporkan bahwa jumlah pasien sirosis hepatis berkisar 4,1% dari pasien yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam selama kurun waktu 1 tahun. Di Medan, selama kurun waktu 4 tahun didapatkan pasien sirosis hepatis sebanyak 819 pasien (4%) dari seluruh pasien di Bagian Penyakit Dalam

Beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan tingkat progresi fibrosis hati pada sirosis hepatis adalah usia tua, jenis kelamin pria, infeksi hepatitis B dan C, konsumsi alkohol > 50 g/hari, koinfeksi HIV, dan penurunan jumlah sel CD4. Pasien yang terinfeksi hepatitis B dan C, risikonya meningkat untuk berkembang menjadi sirosis hepatis yang dipengaruhi oleh penurunan jumlah sel CD4. Risiko kematian pada pasien sirosis hepatis berhubungan dengan jumlah sel CD4

Di negara maju, pasien sirosis hepatis pada kelompok usia antara 30 – 59 tahun merupakan penyebab kematian terbesar ke-3 dengan puncaknya sekitar 40 – 49 tahun (setelah penyakit kardiovaskuler, dan kanker). Penelitian di Italia pada tahun 1985-1999, didapatkan 402 kasus sirosis hepatis dengan kelompok usia terbanyak pada 40-65 tahun. Penelitian di RSUD dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2001–2003, disebutkan bahwa distribusi pasien sirosis hepatis terbanyak pada usia 51–60 tahun (43%).

Di Amerika Serikat pada tahun 2001, dilaporkan bahwa sirosis hepatis menduduki urutan ke-10 penyebab kematian pada pria dan urutan ke-12 pada wanita. Penelitian di Italia pada tahun 1985-1999, didapatkan 402 kasus sirosis hepatis dengan jumlah pasien pria (241 pasien) lebih banyak daripada wanita (161 pasien). Penelitian di RSUD dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2001–2003, distribusi pasien sirosis hepatis berdasarkan jenis kelamin disebutkan bahwa pria (71%) lebih banyak daripada wanita (29%) dengan perbandingan 2–4 : 1.

Di seluruh dunia, umumnya penyebab dari sirosis hepatis adalah hepatitis B, hepatitis C, dan alkohol. Di negara Barat, penyebab sirosis hepatis yang terbanyak adalah konsumsi alkohol berlebihan, sedangkan di Indonesia akibat infeksi virus hepatitis B dan C. Pengamatan di RSUD dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2001–2003, kasus sirosis hepatis sebagian besar disebabkan oleh hepatitis. Penelitian di Italia pada tahun 1985-1999, didapatkan 402 kasus sirosis hepatis dengan penyebab hepatitis B sebanyak 94 pasien.

Di Indonesia, disebutkan bahwa virus hepatitis B menyebabkan sirosis hepatis sebesar 40-50%. Penelitian di Italia pada tahun 1985-1999, ditemukan 402 kasus sirosis hepatis dengan penyebab hepatitis C sebanyak 100 pasien. Di Indonesia, penyebab sirosis hepatis akibat dari virus hepatitis C sebesar 30–40.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Juli 2009 in JURNAL, kedokteran

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •  
    %d blogger menyukai ini: