RSS

Kraniotomi

30 Jun

DEFINISI
Kraniotomi adalah suatu tindakan yang memperkecil ukuran kepala janin dengan cara melubangi tengkorak janin dan mengeluarkan isi tengkorak, sehingga janin dapat dengan mudah lahir pervaginam. Kraniotomi, terdiri atas perforasi kepala janin, yang biasanya diikuti oleh kranioklasi.

INDIKASI
1. Janin mati, ibu dalam keadaan bahaya.
– Penyakit jantung atau paru-paru.
– Eklampsi, preeklampsi.
– Suhu lebih dari 38oC.
– Oedema jalan lahir.
– Ancaman robekan rahim.
– Perdarahan.
– Maternal exhaustion.
2. Janin mati yang tak mungkin lahir spontan pervaginam.
Ada juga indikasi profilaktik:
– Panggul sempit.
– Letak kepala yang abnormal.
– Primi tua.

SYARAT
1. Janin mati, kecuali pada hidrosefalus, hidrops fetalis.
2. Konjugata vera lebih besar dari 6 cm.
3. Pembukaan serviks lebih besar dari 7 cm.
4. Selaput ketuban sudah pecah atau dipecahkan.
5. Tidak ada tumor jalan lahir, yang menganggu persalinan pervaginam.

PERSIAPAN ALAT-ALAT
1. Perforatorium dari Blot atau dari Naegele untuk menembus tengkorak. Perforatorium dari Blot dalam keadaan tertutup tidak tajam pinggirnya hanya ujungnya yang runcing. Perforatorium dari Naegele harus dilindungi baik-baik dengan tangan dan speculum, karena pinggirnya tajam.
2. Pisau dan dua buah tang dari Muzeux.
3. Kranioklas dari Braun yang mempunyai 2 sendok.
4. Cunam Boer untuk melepaskan tulang-tulang yang setengah lepas, yang mungkin melukai jalan lahir.

Gambar 1.Perforator Blot

Gambar 2.Perforator Naegele

Gambar 3. Kranioklas Braun

TEKNIK
1. Kraniotomi biasanya disusun dengan ekatraksi kepala. Tindakan demikian lazim disebut perforasi dan kranioklasi
2. Tangan kiri dimasukkan ke dalam jalan lahir secara obstetric dan diletakkan di bawah simfisis guna melindungi kandung kemih dan ureter. Seorang asisten menahan kepala janin dari luar. Mula-mula dibuat lubang pada ubun-ubun besar, atau sutura sagitalis dengan scaple. Kemudian perforator Naegele atau perforator Siebold dimasukkan secara horizontal dengan bagian lengkung menghadap ke atas dan dalam keadaan tertutup, di bawah lindungan tangan kiri tadi, dan ujung perforator dimasukkan ke dalam lubang insisi scaple.
3. Melubangi kepala janin dapat juga digunakan secara langsung dengan perforatoe Naegele, caranya sama seperti yang diterangkan di atas, hanya perforasi kepala dikerjakan langsung dengan menekan ujung perforator pada ubun-ubun besar.
4. Agar ujung perforator tidak meleset pada waktu ditusukkan pada kepala janin, maka arah perforator harus tegak lurus dengan permukaan kepala janin. Setelah ujung perforator masuk ke dalam tengkorak janin, lubang perforasi diperlebar dengan jara membuka-menutup ujung perforator beberapa kali dalam arah tegak lurus 900, sehingga lubang perforasi berbentuk irisan silang.
5. Perforator dikeluarkan dengan lindungan tangan kiri. Setelah kraniotomi dikerjakan, jaringan otak tidak perlu dikeluarkan karena akan keluar dengan sendirinya pada waktu ekstraksi kepala.

Gambar 4. Cara memasukkan perforator. Asisten memegang kepala bayi dari luar

6. Ekstraksi kepala dapat dikerjakan dengan cunam Muzeaux 2 buah, atau kranioklas, misalnya kranioklas Braun.
7. Ekstraksi dengan cunam Muzeaux boleh dikerjakan bila maserasi janin masih tingkat I. Pada keadaan ini kulit kepala masih cukup kuat, atau kepala janin sudah di pintu bawah panggul, yaitu berada di Hodge IV.
8. Dengan memakai speculum, kulit kepla janin secara janin dijepit selebar dan sedalam mungkin dengan 2 cunam Muzeaux, 1 di atas lubang perforasi dan 1 di bawahnya. Setelah kedua cunam Muzeaux menjepit kulit kepala janin dengan baik, dilakukan tarikan searah dengan sumbu panggul, sambil mengkuti putaran paksi dalam. Setelah suboksiput berada di bawah simpisis, maka kepala janin dielevasi ke atas, sehingga berturut-turut lahir ubun-ubun besar, dahi, muka,dan dagu. Setelah kepala lahir, badan janin dilahirkan sebagaimana biasanya.
9. Untuk melalukan ekstraksi kepala dengan kranioklas, yang dipakai ialah kranioklas Braun. Mula-mula tangan kiri dimasukkan ke dalam jalan lahir. Sendok jantan dipegang oleh tanagn kanan secara horizontal dengan bagian yang bergerigi bagian melengkung menghadap ke atas, dan dimasukkan ke dalam lubang perforasi sejauh mungkin. Bagian yang melengkung kemudian diarahkan ke muka janin. Seorang asisten memegang sendok jantan ini. Sendok betina dimasukkan seperti memasukkan sendok cunam, yaitu dipegang seperti memegang pensil sejajar dengan pelipatan paha depan dan dimasukkan ke dalam jalan lahir sedemikian rupa, sehingga daun kranioklas betina terletak di muka janin.
10. Kedua sendok kranioklas ditutup. Dilakukan pemeriksaan dalam ulangan, untuk memeriksa apakah terdapat bagian-bagian jalan lahir yang terjepit dan untuk memeriksa apakah pasangan kranioklas sudah benar. Setelah hasil periksa dalam ulangan baik, maka kedua sendok kranioklas dikunci serapat mungkin. Kemudian dilakukan ekstraksi dengan menarik pemegang kranioklas.
11. Arah ekstraksi harus sesuai dengan arah sumbu panggul dan diikuti pula gerakan putaran paksi dalam. Pada waktu ekstraksi ini jaringan otak akan keluar. Setelah suboksiput tampak di bawah simpisis, dilakukan elevasi kepala ke atas sehingga berturut-turut lahir ubun-ubun besar, dahi, muka, dan dagu. Bila kepala sudah lahir seluruhnya, kunci dibuka dan kranioplas dilepas. Selanjutnya badan anak dilahirkan secara biasa.

Gambar 5. Cara memasang kranioklas

12. Perforasi kepala pada sungsang dilakukan kalau badan anak telah lahir tetapi kepala tersangkut dan tidak dapat dilahirkan secara Mauriceau atau perasat lain. Keadaan ini biasanya disebabkan oleh hydrocephalus atau panggul yang sempit. Pada letak sungsang kraniotomi dibuat pada foramen magnum, yang dapat dikerjakan dari arah belakang atau dari arah muka di bawah mulut.setelah perforasi dikerjakan selanjutnya menyusul kepala tersebut dilahirkan dengan cara seperti pada persalinan biasa. Bila pada waktu dilakukan ekstraksi kepala ada bagian-bagian tulang tengkorak yang lepas, tulang-tulang tersebut dapat diambil dengan cunam Boer.
13. Perforasi pada kepala yang ketinggalan setelah dekapitasi. Tangan kanan masuk ke dalam rongga rahim dan memutar kepala anak, hingga atap kepala terdapat sebelah bawah. Kepala ditahan dalam letak sedemikian dari luar oleh pembantu. Dua buah Muzeux dijepitkan pada kulit atap kepala dan kemudian kita lakukan perforasi secara lazim. Setelah tindakan perforasi harus dilakukan pemeriksaan in speculo.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 30 Juni 2009 in JURNAL

 

One response to “Kraniotomi

  1. Ahmad

    1 Juni 2010 at 3:40 pm

    mkasih infonya.
    klo boleh tau referensinya darimana y?
    skalian tuk saran penulisan dbuat skalian daftar pustaka sebagai dasar rujukan.
    Tengkyu

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •  
    %d blogger menyukai ini: