RSS

Diabetes Mellitus Type 2

23 Jan

Kelainan yang terjadi pada DM tipe 2 masih berupa teka-teki. Dari beberapa studi mengindikasikan bahwa DM tipe 2 terjadi sebagai hasil dari akumulasi kerusakan genetik yang multipel dengan adanya faktor lingkungan misalnya obesitas. sebagian besar penderita diabetes tipe 2 menderita obesitas (~80%).
Kelainan metabolisme yang terjadi adalah
a. kekacauan sekresi insulin oleh sel beta pankreas
b. penurunan respon insulin oleh jaringan perifer (resistensi insulin)

Berikut ini hal-hal penting tentang DM tipe 2

  • Penelitian pada keluarga pasien DM tipe 2 ditemukan adanya hiperinsulinemia akibat respon berlebihan dari peningkatan normal glukosa di darah. Pada tahap awal terjadinya DM tipe 2 sekresi dan kadar insulin plasma normal. Akan tetapi setelah beberapa lama sekresi dari insulin akibat peningkatan glukosa plasma menjadi tidak adekuat tetapi sintesis insulin normal. Pada tahap yang lebih parah, insulin sangat sedikit dan kurang penyebabnya adalah kerusakan sel beta yang ireversibel, kerusakan ini tak disebabkan oleh sistem imun namun lebih disebabkan karena orang tersebut secara genetis sel tubuhnya mudah rusak termasuk sel beta, seiring dangan pertambahan umur. Hiperglikemia yang kronis juga dapat menghabiskan energi sel beta dalam melakukan fungsinya (glucose toxicity)
  • Resistensi insulin adalah faktor utama berkembangnya diabetes tipe 2. Pada obesitas dan kehamilan (gestasional diabetes), sensitivitas insulin pada jaringan terget menurun (termasuk pada orang yang tidak diabetes), dan akan terjadi kenaikan kadar insulin sebagai komponen dari resistensi insulin. Resistensi terjadi karena berkurangnya jumlah reseptor insulin (sintesis dan translokasi) dan kerusakan second messenger nya.
  • Lemak intraabdominal ketika dikatabolisme akan mengirim asam lemak bebas ke hati menyebabkan terjadinya resistensi insulin (hiperglikemia)
  • Amylin adalah peptida mengandung 37 asam amino yang secara normal diproduksi oleh sel beta, di simpan dan disekresi bersama insulin. Pada pasien DM tipe 2, amylin terakumulasi di ruang sinusoidal di sekeliling sel beta. Hal ini tidak diketahui apakah merupakan penyebab dari terhambatnya glukosa menuju sel beta (memicu insulin) atau merupakan akibat dari kerusakan fungsi sel beta.

Kesimpulannya, esistensi insulin (sering diasosiasikan dengan obesitas) memberi efek tekanan berlebihan pada sel beta menyebabkan kegagalan fungsi sel beta.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Januari 2009 in kedokteran, Pengetahuan

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •  
    %d blogger menyukai ini: