RSS

Kewajiban Dokter & Hak Pasien

07 Des

Salah satu kewajiban dokter dan hak pasien adalah komunikasi mengenai terapi yang akan diberikan. Bukan jamannya lagi dokter merahasiakan obat yang diberikan pada pasien dan pasien cuma tau minum aja. Pasien sekarang sudah kritis dan bagi para dokter, ga usah takut, kepandaian anda ga akan berkurang ko kalo membagi ilmu pada pasien. Toh biarpun pasien tau obat ini biasanya untuk sakit ini, tetapi ada satu hal yang khusus dokter punya yaitu dalam hal diagnosa penyakit.
Komunikasi terapi yang baik terdiri dari
1. Terapi (obat) yang diberikan dan gunanya
Terapi yang diberikan belum tentu obat bisa saja berupa nasihat untuk perubahan gaya hidup atau berupa nasihat-nasihat untuk mencegah penyakit. Guna obat juga penting. Misalnya obat ini adalah antibiotik untuk membunuh kuman, obat penghilang rasa sakit, antialergi dll
2. Dosis, cara dan waktu pemakaian, cara penyimpanan obat
Sangat perlu memberikan informasi mengenai cara meminum obat mulai dari berapa kali sehari minum obat, setiap kali minum obat berapa tablet, apakah diminum melalui mulut langsung ditelan atau diemut atau diletakkan di bawah lidah. Waktu minum obat meliputi sebelum, saat, atau setelah makan, ada beberapa obat yang membutuhkan perut kosong untuk penyerapan, biasanya waktu minum obat 2 jam sebelum atau 2 jam setelah makan. Cara penyimpanan obat juga penting, ada obat sirup yang tidak boleh terkena sinar matahari, apakah harus disimpan dalam lemari es, dlll
3. Efek samping dan gejala keracunan obat
Efek samping terjadi pada dosis normal pada orang yang sensitif sedangkan keracunan (intoksikasi) terjadi pada dosis obat yang terlalu tinggi. Intoksikasi bisa saja terjadi pada dosis normal tetapi pada orang yang terkena penyakit hati atau ginjal karena pengeluaran obat (ekskresi) tidak lancar. Perlu untuk diinformasikan mengenai gejala efek samping dan intoksikasi pada pasien jadi ketika hal tersebut terjadi dapat sesegera mungkin dideteksi oleh pasien. Perlu juga diberitau apakah pasien perlu menghentikan minum obat atau mengunjungi dokter jika suatu gejala muncul. Gejala yang sering terjadi adalah rasa mual pada perut, jadi pasien tidak kaget lagi dan dapat mengantisipasi gejala tersebut.
4. Waktu kontrol kembali
Penting diberitahu kapan waktu untuk pasien kembali kontrol, apakah setelah obat habis, seminggu kemudian, atau tidak perlukontrol jika sudah sembuh. Beritahu juga untuk tidak membeli obat sembarangan di apotek tanpa resep dokter
5. Nasehat keseharian
Misalnya makanan yang boleh atau yang tidak boleh dimakan, berolahraga secara teratur, hindari merokok, minuman beralkohol, dll. Berikan juga motivasi untuk sembuh kepada pasien dan keluarga. Usahakan agar keluarga selalu memberi perhatian pada pasien.

Jadi bagi para dokter, terus majukan kesehatan masyarakat Indonesia

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Desember 2008 in Uncategorized

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •  
    %d blogger menyukai ini: