RSS

100 Tahun HARI KEBANGKITAN NASIONAL

07 Des

Tak terasa Indonesia sudah berada di tahun 2008. 100 tahun yang lalu berdirilah Budi Utomo, didirikan oleh orang-orang berpendidikan generasi pertama di Indonesia yang sebagian besar adalah seorang dokter. Pada masa itu masyarakat Indonesia dari kalangan bangsawan berkesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi bahkan sampai ke negeri Belanda. Masa itu disebut dengan diberlakukannya politik balas budi. Dikatakan balas budi karena sebelumnya timbul pemerasaan segala sumber daya Indonesia yang dikuras oleh Belanda, baik melalui sistem tanam paksa, dll. Yang tadinya negeri Belanda terlilit banyak hutang sampai menjadi memiliki banyak harta. Di sisi lain, di berbagai belahan bumi lain pada masa itu juga mulai marak pembicaraan mengenai HAM sehingga timbullah untuk mulai memberikan hak-hak yang lebih besar bagi Indonesia. Maksud dari semua ini ya agar Indonesia ibaratnya dapat terus menjadi bagian dari Belanda dan meminimalisir tindakan untuk memisahkan diri. Tapi kenyataannya ibarat senjata makan tuan, kemajuan Indonesia baik dari segi SDM maupun terbukanya gerbang informasi, membuat dan memicu tumbuhnya semangat nasionalisme.
Memang inilah manusia, meskipun telah ada kesempatan untuk menjadi sejahtera tetapi manusia sellau terus belajar, mencari tau, dan ingin sama dengan manusia lain, kalau perlu lebih. Manusia Indonesia melihat bahwa bangsa lain telah maju dan mampu menentukan masa depannya sendiri. Apakah rasa ini timbul dalam waktu singkat pada masa itu tetap menjadi misteri. Literatur-literatur masa penjajahan sulit didapat sebagian besar didominasi oleh Belanda yang tentunya hanya membahas di tingkat kolonial saja, tidak membahas bagaimana perkembangan pola pikir atau masalah pembicaraan di kalangan rakyat awam. Menurut pandangan penulis, mungkin telah ada pemikiran-pemikiran untuk kemajuan Indonesia tapi hal ini hanya sebatas pembahasan di bibir semata karena telah terepresi oleh:
1. Kuatnya gigi Belanda di Indonesia yang telah sukses menimbulkan ketakutan mendalam. Telah dibuktikan bahwa sekian banyak pemberontakan yang terjadi semuanya ditumpas sampai habis. Jadi masyarakat mengambil jalan aman, yang penting bisa hidup.
2. Tidak adanya jalur perjuangan melalui diplomasi atau secara intelektual. Jalur komunikasi keluar dan ke dalam Indonesia telah di embargo oleh Belanda. Jadi secara total perdebatan2 tidak akan menghasilkan apa2.
3. Suasana dunia yang belum stabil, masing-masing bangsa sedang dililit oleh masalah masing2, tentunya tidak ada waktu untuk mengurusi bangsa lain. Apalagi banyak negara yang masih bersaing dalam merebut hegemoni ataupun daerah kekuasaan sehingga mencampuri urusan daerah orang lain berarti memicu peperangan. Jadi bangsa lain akan berpikir 2 kali untuk menaruh perhatian terhadap Indonesia.
Sejarah telah berlalu, kita banyak mengambil pelajaran darinya. Sekarang Indonesia sedang mengalami yang namanya kenaikan harga BBM. BBM di Indonesia terbilang memang murah, ya terutama karena produksi minyak Indonesia cukup tinggi jadi hanya perlu mengimpor sedikit untuk memenuhi konsumsi BBM dalam negeri. Tapi penulis yakin, Indonesia akan bisa maju lebih maju dari sekarang menjadi negara yang disegani di dunia. Hal ini bukannya tidak mungkin, didukung oleh SDM dan SDA yang melimpah, di zaman dimana energi menjadi persoalan penting, maka yang memiliki energilah yang akan tetap maju. Hidup Indonesia, yakinlah rakyat sejahtera sesuai tujuan negara dalam Pembukaan UUD 1945 dapat terwujud.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Desember 2008 in Kajian, Kata Redaksi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •  
    %d blogger menyukai ini: