RSS

Kenaikan Harga BBM

12 Mei

Menaikkan harga BBM merupakan hal yang sangat krusial bagi Pemerintah Indonesia. Bertujuan untuk menyelamatkan keuangan negara tapi juga berdampak menaikkan inflasi yang diprediksi tahun ini tanpa kenaikan BBM saja bisa mencapai 8 %, apalagi jika ada kenaikan BBM. Yang perlu digarisbawahi bahwa kenaikan harga BBM akan berdampak luas terhadap kenaikan harga barang dan jasa yang lain dan tentu secara kumulatif akan memperberat biaya hidup masyarakat.
Yang perlu dipahami, apakah opsi kenaikan harga BBM adalah pilihan satu-satunya untuk menyelamatkan keuangan negara. Jika melihat komposisi pembuat kebijakan di pemerintah (berisi sarjana-sarjana ekonomi terbaik bangsa) tentu kita tidak perlu ragu bahwa keputusan kenaikan harga BBM telah ditinjau dari berbagai sisi dan diteliti untung ruginya. Tapi bagi masyarakat, yang penting harga-harga tidak naik. Kenapa pemerintah sampai berani mangambil resiko kenaikan harga BBM yang sangat tidak populer di negeri ini? Mari kita telaah akar masalah yang tersembunyi ini.
Naiknya harga BBM akibat biaya subsidi BBM yang membengkak akibat katanya kebutuhan Indonesia akan BBM tidak terpenuhi hanya dengan mengandalkan produksi dalam negeri. Apakah benar produksi minyak kita kurang? Menurut sepengetahuan saya (ilmunya ga seberapa bo!!!! Maaf kalo salah, silahkan dikomentari) Indonesia masih tergabung dengan OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) karena Indonesia masih mengekspor minyak. Dari salah satu sumber necel (ragu-ragu juga valid atau tidak karena hubungannya hanya tidak langsung terhadap industri minyak) bahwa ada beberapa daerah di Indonesia yang menghasilkan minyak berkualitas tinggi yang rendah sulfur sehingga mudah diolah menjadi bahan bakar. Minyak bagus ini yang diekspor ke negara lain dengan harga yang lebih tinggi. Sebagai gantinya maka Indonesia mengimpor minyak dari negara timur tengah yang katanya (dari sumber yang patut dicermati kevaliditasannya) kadar sulfurnya tinggi sehingga butuh tekhnik lebih untuk mengolah tetapi dengan harga minyak yang lebih rendah. Akibatnya ketergantungan Indonesia terhadap harga minyak dunia sangat tinggi karena mencukupi kebutuhan dalam negeri yang meningkat terus dan mengganti ekspor minyak tadi.
Borosnya pemakaian minyak dalam negeri ditengarai membahayakan ketahanan migas negara Indonesia. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia dibarengi dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan bermotor dan maraknya penggunaan AC baik di gedung dan pusat perbelanjaan sangat membutuhkan BBM dalam jumlah besar. Apalagi pembangkit listrik negara Indonesia banyak yang masih menggunakan bahan bakar solar apalagi perlu disubsidi karena biaya produksi yang mahal. Semua ini sangat memperberat keuangan negara. Solusinya salah satunya dengan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. Anggapan orang bahwa nuklir sangat berbahaya adalah salah. Jumlah kecelakaan dan musibah akibat nuklir masih lebih sedikit daripada kecelakaan di jalan raya tetapi mengapa kecelakaan di jalan raya dianggap hal wajar, inilah paradigma manusia yang perlu diteliti lebih lanjut oleh anda barangkali. Dengan PLTN biaya produksi listrik jadi murah dan PLTN memiliki daya yang besar jadi daerah yang belum ada listriknya bisa merasakan listrik.
Perbedaan harga yang terlalu jauh antara harga minyak dalam negeri dengan harga minyak industri dan luar negeri, menyebabkan rawan penyelewengan dan penyelundupan. Hal ini menyebabkan BBM menjadi langka dan tentunya pemerintah harus menambah pasokan BBM bersubsidi yang artinya menambah biaya.
Jadi terserah anda mau setuju atau tidak terhdap kenaikan BBM, yang penting misalnya menolak, jangan berhenti sampai disitu saja tetapi pikirkan juga bagaimana cara mengatasi permasalahan negara. Sebagai warga negara yang baik berikanlah kontribusi yang positif bagi negara ini.

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Mei 2008 in Uncategorized

 

Tag:

One response to “Kenaikan Harga BBM

  1. lovepassword

    27 Juni 2008 at 2:58 pm

    Urusan penyelundupan itu kan urusannya dengan ketegasan hukum. Kalau harga semua harga barang kita samakaan dengan harga luar negeri karena ingin mencegah penyelundupan, alamat bisa mati semua rakyat kita. Bedil saja para penyelundup, buat sangsi tegas.

    LAgipula menurut anda yang dimaksud dengan subsidi itu apa ? Subsidi di mata saya adalah bila ongkos produksi mahal dan kita jual murah. Itu yang namanya subsidi. Pada kenyataannnya kita telah disesatkan oleh pemerintah dengan pembelokan info. Saat pemerintah ngomong soal subsidi, yang mereka lihat bukan selisih harga produksi dan harga jual. Tetapi selisih antara harga BBM di negeri ini dengan harga BBM di pasaran dunia.

    KAlau kita membandingkan antara harga produksi dan harga jual. Harga BBM sebenarnya ndak perlu dinaikkan karena masih ada selisih yang cukup besar. Tetapi kalau perbandingannya selalu dengan negera-negara lain. tentu pemerintah juga harus menimbang juga bahwa kesejahteraan rakyat kita juga tidak sama dengan negara lain.

    Yang saya tidak suka dengan pemerintah adalah karena pemerintah berusaha membodohi masyarakat dengan istilah subsidi yang kayaknya sengaja ditekankan berkali-kali.

    Kesannya pemerintah bangkrut kalau tidak menghapus sesuatu yang mereka namakan subsidi. Nyatanya sebagian subsidi malah dijadikan BLT. Kalau memang APBN berbahaya ya ngapain juga duit itu malah dibagikan lagi.

    Yang diuntungkan dengan kenaikan harga minyak jelas para produsen minyak di Indonesia, yang jelas asing pastilah.
    Pemerintah nggak bisa menolak tekanan mereka.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •  
    %d blogger menyukai ini: