RSS

Kebangkitan Indonesia pra Kemerdekaan

31 Jan

Perubahan penting di dunia juga mempengaruhi peta kekuatan politik di masyarakat. Runtuhnya kekhalifahan Turki Ottoman pada awal abad 20 dan berkuasanya gerakan modernisasi Islam di Mekkah dalam rangka mengembalikan ajaran Islam seperti sedia kala sedikit banyak berpengaruh di Indonesia. Islam muncul sebagai kekuatan besar yang sangat berperan dalam perubahan-perubahan pemerintahan di Indonesia. Munculnya komunisme memicu tumbuhnya gerakan ini di Indonesia dimana pada pemilu 1966 muncul sebagai kekuatan terbesar ke 4 dan kemudian berpengaruh dalam Perang Dingin. Tumbuhnya fasisme Jerman, Italia, dan Jepang mengakibatkan terjadinya Perang Dunia ke II yang mengakhiri kekuasan Belanda di Indonesia selama 350 tahun.

Indonesia merupakan sebuah negara yang berdaulat ditandai dengan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Tanggal tersebut dideklarsikan sebagai hari lahirnya negara kesatuan Republik Indonesia. Sebelum merdeka, Indonesia merupakan negara jajahan Belanda sejak abad ke 17. Pada waktu itu Indonesia disebut dengan Hindia Belanda, merupakan bagian dari kerajaan Belanda dan pemerintahan dipegang oleh seorang Gubernur Jenderal HIndia Belanda. Jepang kemudian menyerbu Indonesia pada 11 Januari 1941 di Kota Tarakan dan pada tanggal 8 Maret 1942 secara resmi Belanda oleh Letnan Jenderal H. Ter Poorten (Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda) menyerah kepada Jepang, Letnan Jenderal Hitoshi Imamura dan berakhirlah pemerintahan HIndia Belanda di Indonesia.

Kondisi masyarakat Indonesia pada zaman Belanda dan Jepang secara umum hampir sama dimana tertekan dan tertindas baik dari segi ekonomi, sosial, maupun politik. Sebagai contoh pada zaman Hindia Belanda, dari segi ekonomi Indonesia hanya sebagai daerah produksi semata-mata yaitu produksi tidak dilakukan untuk memuaskan keperluan dalam negeri, melainakan untuk pasaran dunia. Dari segi politik, tidak ada tempat bagi demokrasi, yang ada hanyalah sistem hierarchy: bupati, polisi, tentara. Dari segi sosial, para orang-orang bumiputera yang dihargai adalah mereka yang pandai menjalankan perintah petinggi Hindia Belanda, bukan orang-orang yang cakap dan bercita-cita.

Pada tahun 1945(akhir perang dunia II), Jepang mulai terdesak oleh pasukan sekutu dan dalam rangka mendapat simpati dan bantuan dari masyarakat Indonesia, maka Jepang menjanjikan kemerdekaan melalui pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaaan Indonesia) dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Pada saat kondisi Jepang semakin tidak menentu, para bapak bangsa berusaha meletakkan dasar negara dan proses pembentukan negara Republik Indonesia. Salah satu bapak bangsa yang besar peranannya adalah Ir. Soekarno. Beliau memperkenalkan konsep Pancasila yang kemudian menjadi dasar negara Indonesia.

Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 dan menetapkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara. Negara Indonesia berbentuk Republik dan Soekarno ditetapkan menjadi Presiden dan Hatta menjadi wakil Presiden.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Januari 2008 in JURNAL, Pengetahuan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Daisypath Happy Birthday tickers
  • Daisypath Anniversary tickers
  •  
    %d blogger menyukai ini: